Koalisi KIB Masih Terbuka Hingga Agustus 2022

- Jumat, 23 September 2022 | 18:27 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Istimewa)
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Istimewa)

"Karena PDIP masih tetap dapat mengajukan Puan-Ganjar misalnya. Lalu, Nasdem, Demokrat, PKS tetap bisa maju dengan Anies-AHY," ucapnya.

Menurutnya, Gerindra akan mempertahankan nilai tawar Prabowo sebagai calon presiden (capres) saat memutuskan bergabung dengan KIB. "Gerindra berpeluang cukup besar bersama KIB sepanjang Prabowo yang menjadi presidennya," imbuhnya.

Dedi juga mendasarkan analisisnya pada prasyarat penetapan capres dan calon cawapres di KIB. Airlangga dinilai masih belum cukup kuat dalam soal elektabilitas, meski menjabat sebagai ketum partai terbesar dibanding partai lain di KIB.

"Menempatkan Airlangga sebagai cawapres dari KIB masih peluang untuk memenangkan pertarungan 2024. Dan ini rasional jika melihat Airlangga sebagai ketua umum paling besar di KIB tetapi masih berelektabilitas rendah. Kans menjadi cawapres masih mungkin," imbuhnya.

Dedi menekankan ketika kesepakatan Prabowo sebagai capres dan Airlangga sebagai cawapres tidak tercapai, maka semakin kecil kemungkinan bergabungnya Gerindra dalam KIB. Selama kondisi itu tidak tercapai, maka Gerindra tidak akan bergeser.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Mahasiswa Apoteker dan UTA '45 Serukan Boikot PN UKAI

Kamis, 1 Desember 2022 | 22:05 WIB

Data Berbasis Desa Penting untuk Pembangunan Daerah

Kamis, 1 Desember 2022 | 19:16 WIB

KLHK Raih Peringkat Pertama SDGs Action Awards 2022

Kamis, 1 Desember 2022 | 16:36 WIB
X