Hadapi Potensi Bencana Besar, FPRB Berikan Tujuh Rekomendasi Ke Pemerintah DKI

- Jumat, 23 September 2022 | 20:17 WIB
sejumlah unsur pentahelik ibukota yang tergabung dalam Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) DKI menggelar Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (KNPRBBK) ke XV-2022 (19/09 (Foto: Dok FPRB DKI )
sejumlah unsur pentahelik ibukota yang tergabung dalam Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) DKI menggelar Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (KNPRBBK) ke XV-2022 (19/09 (Foto: Dok FPRB DKI )

 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-Bencana yang membayangi Jakarta, cukup beragam dari kebakaran, banjir, gempa dahsyat hingga potensi tenggelamnya ibukota di 2050.

Untuk membangun kesiapsiagaan dan meminimalisir resiko bencana, sejumlah unsur pentahelik ibukota yang tergabung dalam Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) DKI menggelar Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (KNPRBBK) ke XV-2022 (19/09).

Dalam konferensi yang dihadiri sejumlah narasumber pemerintah, NGO, dunia usaha, tokoh agama, akademisi dan komunitas lingkungan tersebut menghasilkan tujuh poin rekomendasi.

Demikian diungkapkan Kordinator Presidium FPRB DKI Jakarta, Ahmad Lukman dalam rilisnya. "Kami perlu lebih banyak memapar publik agar dapat melakukan langkah-langkah antisipatif sebelum bencana datang. Dan perlu mengedukasi bagaimana cara meminimalisir resiko saat bencana itu benar-benae terjadi," ujar Lukman.

Baca Juga: Indosat Berikan Hingga 75 Kali Gaji Kepada Karyawan Terdampak Reorganisasi

Dijelaskan Lukman yang juga salah satu manager Dompet Dhuafa, ketujuh rekomendasi tersebut diantaranya

1. Pelibatan semua unsur pentahelik hingga ke tingkat kelurahan
2. Memberikan ruang bersuara serta peran serta anak dan kaum muda dalam pengurangan resiko bencana
3. Penguatan sosialisasi tentang informasi dan fasilitas bagi para penyandang disabilitas di ibukota bila menghadapi bencana
4. Mengajak dunia usaha di DKI proaktif dan sadar bencana (baik bencana karena siklus alam maupun bencana yang disebabkan ulah manusia/industri)
5. Keterlibatan Tokoh agama, adat, masyarakat, perempuan dalam pengurangan risiko bencana
6. Penguatan peran media dalam menyosialisasikan pengurangan resiko bencana dan adaptasi perubahan iklim.
7. Penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi adaptasi perubahan iklim melalui sosialisasi dan pelatihan.

Baca Juga: Industri Dalam Negeri Hadapi Tantangan Baru

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kominfo Tingkatkan Kemampuan Humas Lewat Jarkom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:36 WIB

Soal Tanam Maju, Ini Penjelasannya

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 12:44 WIB

Jelang Pilpres 2024, Parpol Mulai Tawar Menawar

Jumat, 30 September 2022 | 20:38 WIB

Ada Jejak Ukraina Pasca Gerakan 30 September

Jumat, 30 September 2022 | 17:54 WIB
X