Dipusatkan di Kendari, Perayaan Hari Apoteker Sedunia Berlangsung Meriah. Live Report Dari seluruh Indonesia

- Senin, 26 September 2022 | 11:30 WIB
Ketua Umum PP IAI, apt Noffendri, S.Si (melambaikan tangan) saat menyapa para pen gurus Daerah di seluruh Indonesia melalui 'live report' yang dilakukan di Tutu Religi, Kendari, Sulawesi Tenggara (humas PP IAI)
Ketua Umum PP IAI, apt Noffendri, S.Si (melambaikan tangan) saat menyapa para pen gurus Daerah di seluruh Indonesia melalui 'live report' yang dilakukan di Tutu Religi, Kendari, Sulawesi Tenggara (humas PP IAI)

Kegiatan nasional ini di pusatkan di kota Kendari Sulawesi Tenggara tepatnya di eks lapanganMTQ yang dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tenggara H Ali Mazi, SH yang diwakili oleh Pj Sekda Sultra, Asrun Lio, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP  IAI) apt Noffendri, S.Si, walikota Kendari, H Sulkarnain Kadir, SE, ME juga Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Sulawesi Tenggara, apt Dra Harmawati, M.Kes.

Kegiatan  WPD 2022 yang terpusat di kota Kendari ini dimulai dengan jalan sehat dan senam bersama, dilanjutkan raising community awareness (RCA) dengan memberikan edukasi tentang penyakit TBC, penyakit diabetes berikut cara penggunaan obat dan pencegahannya.

Pada kesempatan ini Ketua umum PP IAIsecara virtual menyapa dan berdialog dengan pengurus daerah IAI di setiap propinsi se Indonesia yang serempak menyelenggarakan RCA guna memeriahkan WPD tahun ini.

‘’Kami berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini pengetahuan masyarakat mengenai penyakit TBC dan diabetes berikut cara penggunaan obatnya meningkat serta mampu mencegahnya. Ini sejalan dengan tujuan utama peringatan Hari Apoteker Sedunia, yaitu mendorong peran dan kegiatan apoteker dalam meningkatkan kesehatan di setiap belahan dunia,’’ ungkap Noffendri.

Dialog interaktif dalam rangka Hari Apoteker Sedunia di Tugu Religi Kendari, Sulawesi Tenggara (dok humas PP IAI)

Sebagaimana diketahui, lanjut Noffendri, penyakit TBC Indonesia menempati peringkat ketiga setelah India dan Cina. Jumlah kasus tercatat 824 ribu dengan 93 ribu kematian per tahun atau setara dengan 11 kematian per jam.

Sementara prevalensi diabetes di Indonesia mencapai angka 19,47 juta pada tahun 2021 atau 10,6 persen dari jumlah penduduk. Angka ini menduduki peringkat kelima di dunia, setelah  Tiongkok, India, Pakistan dan Amerika Serikat.

Jumlah ini terus meningkat dan diproyeksikan akan mencapai 28,57 juta pada tahun 2045. Diabetes kerap disebut sebagai the mother of deseases, karena dari kondisi ini, penderita bisa mengalami berbagai komplikasi seperti serangan jantung dan stroke, infeksi kaki yang berat hingga menyebabkan amputasi, gagal ginjal dan disfungsi seksual.

‘’Tingginya prevalensi TBC dan diabetes di Indonesia menjadi perhatian kita semua. Itulah sebabnya, para peringatan Hari Apoteker Sedunia kali ini, kita menitikberatkan edukasi kepada kedua penyakit tidak menular tersebut, yang agak terabaikan sejak pandemi melanda dunia, lebih dari dua tahun terakhir,’’ ungkap Noffendri.

‘’Apoteker menjadi bagian penting bagi upaya pencegahan kedua penyakit ini, dengan jalan memberikan edukasi, terutama mengenai pentingnya mengkonsumsi obat secara teratur sesuai anjuran dokter,’’ tutur Noffendri.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perlindungan Data Pribadi Sangat Penting

Selasa, 7 Februari 2023 | 19:25 WIB
X