Gaduh Legislator dengan Pimpinan TNI, Kyai Marsudi Syuhud Bilang Begini

- Senin, 26 September 2022 | 20:59 WIB
Kyai Maraud Syuhud dan Kasad Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman (SuaraMerdeka-jakarta/tn)
Kyai Maraud Syuhud dan Kasad Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman (SuaraMerdeka-jakarta/tn)

Sanksi Sebagai Pengingat

Terkait sanksi yang disampaikan Majelis Kehormatan Dewan (MKD), Marsudi menilai hal tersebut merupakan pengingat, teguran atau evaluasi atas ketidaketisan Effendi Simbolon yang menyebut TNI yang merupakan organ pemerintah sebagai ormas.

‘'Itu bisa dinilai tidak etis. Sanksinya bisa peringatan atau teguran. Sehingga Effendi Simbolon tidak boleh mengulanginya lagi sebagai evaluasi bahwa parlemen tetap menggunakan fungsinya yang dijamin konstitusi namun tetap menggunakan etika dan beradab dalam bertutur maupun berdialektika,' tutur Kyai Marsyudi

Marsudi mengingatkan bahwa untuk kasus ini, bukan hanya Effendi Simbolon yang harus belajar etika. Tapi para prajurit TNI AD yang mengeluarkan pernyataan keras diikuti dengan ancaman yang mengerikan pun harus lebih bijaksana dalam menanggapi komentar terkait institusi atau Panglima mereka sekalipun.

Walaupun, jika mengutip pernyataan Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Prajurit Sapta Marga melakukan hal itu secara spontan dan emosional, karena merasa tersinggung dengan ucapan Legislator Banteng moncog putih ini.

‘'Yang demikian kalau ditonton oleh anak-anak kita yang kelak jadi pemimpin, akan menjadi perilaku yang kurang mendidik. Yang dipersepsikan adalah ancaman kekerasan dan tidak menujukkan akhlaq ketimuran, intelektualitas tinggi karena ini disampaikan di wilayah publik yang bukan wilayah perang. Jadi dua-duanya harus menempatkan diri pada tempatnya masing-masing dan proporsional, tidak keluar dari batas demarkasi sesuai tupoksinya masing-masing. Karena keduanya adalah mewakili lembaga terhormat, yang berdirinya melalui undang-undang. Apa saja yang dilakukan oleh lembaga Pemerintah adalah harus mencerminkan kemaslahatan kepada publik karena intinya adalah "Tashorruful Imam ala Ro'yah manutun bilmashlakhah" apa saja yang dilakukan oleh Imam (pemimpin) harus berdampak maslahah, bukan sebaliknya," pungkas Kyai yang dikenal responsif terhadap isu-isu kebangsaan dan ekonomi umat ini. ***

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Perlindungan Data Pribadi Sangat Penting

Selasa, 7 Februari 2023 | 19:25 WIB
X