Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lembata Ajak Masyarakat Cakap dalam Literasi Digital

- Selasa, 27 September 2022 | 13:54 WIB
Workshop Literasi Digital” di Kabupaten Lembata (SM/Dok)
Workshop Literasi Digital” di Kabupaten Lembata (SM/Dok)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lembata, Petrus Demong, mengajak masyarakat Lembata lebih cakap dalam literasi digital dan mampu menyesuaikan diri di era digital ini.

"Perkembangan digital telah mengalami transformasi. Kita harus menyesuaikan diri baik dari diri sendiri, keluarga, lingkungan dan dalam hal yang luas," ujarnya dalam keterangannya pada Selasa, 27 September 2022.

Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi (GNLD) berkolaborasi dalam penyelenggaraan “Workshop Literasi Digital” di Kabupaten Lembata beberapa waktu lalu.

"Kita perlu menyesuaikan diri terhadap digital. Etika dan budaya digital dan sisi keamanan digital. Kegiatan seperti ini disarankan agar terus dilakukan dari waktu ke waktu," jelasnya.

Tema workshop literasi digital adalah “Produktif di Media Sosial dengan Aman, Beretika, dan Berbudaya”, dengan narasumber Elmo San Siro selaku key opinion leader/sineas muda, Alfred Ike Wurin selaku ketua bidang media LSM Barakat, dan Soni Mongan selaku pegiat literasi digital.

Alfred Ike Wurin mengajak masyarakat untuk berhati-hati dan menjaga data pribadi di media sosial, tidak boleh sembarangan mengunggah data pribadi karena bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dan dapat merugikan pengguna.

"Tidak semua aktivitas pribadi maupun sosial harus kita publish di media sosial," imbuh Alfred.

Kemudian Soni Mongan selaku pegiat literasi digital mengatakan bahwa etika merupakan dasar dari munculnya sebuah budaya. Aspek tersebut tidak kalah penting dengan nilai budaya itu sendiri.

Di zaman modern yang serba digital ini, disayangkan bahwa banyak pihak melanggar nilai dari etika di media sosial. Salah satu yang marak adalah fenomena plagiarisme oleh penyanyi yang menjiplak karya orang lain tanpa menyertakan nama dari penyanyi aslinya.

"Internet adalah anugerah bagi manusia, tetapi harus dikontrol atau dikuasai oleh penggunanya. Bersuaralah dengan kreatif tanpa harus melakukan ujaran kebencian," kata Soni.

Selain menyampaikan materi, Soni juga memberikan masukan kepada warga lokal terkait keindahan Kabupaten Lembata yang bisa dipromosikan ke kancah nasional maupun internasional dengan memanfaatkan media sosial sebagai perantaranya.

Untuk diketahui, Workshop Literasi Digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Gempa 6,4 Garut, BNPB Sebut Ada Warga yang Terluka

Sabtu, 3 Desember 2022 | 20:59 WIB

Pemilu 2024 Harus Sesuai Harapan Publik

Jumat, 2 Desember 2022 | 18:11 WIB
X