Kejar Bebas Rabies, Edukasi kepada Masyarakat Jadi Tumpuan

- Rabu, 28 September 2022 | 15:22 WIB

BANDUNG, jakarta.suaramerdeka.com - Pemprov Jabar masih harus berkerja keras untuk mendapatkan predikat bebas rabies di wilayahnya. Mereka berharap sinergi di antara pemangku kepentingan dan masyarakat bisa dioptimalkan sehingga target tercapai.

Edukasi diyakini sebagai pendekatan yang bisa diandalkan terlebih di tengah minat masyarakat untuk mempunyai hewan peliharaan.

"Kasus terakhir di kita ada tiga kejadian pada 2020. Karena itu kuncinya pengendalian, vaksin, dan perlunya masyarakat menghitung kemampuannya dalam memelihara hewan, " kata Kabid Keswan dan Kesmas Veteriner DKPP, drh Supriyanto pada dialog "Japri: Jabar Kick Out Rabies 2022" di Ciwalk Bandung, Rabu (28/9/2022).

Menurut dia, dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan bisa memahami bahaya penyakit tersebut terlebih sifatnya yang mematikan termasuk kepada manusia.

Baca Juga: AMS Rescue Tambah Elemen Kekuatan Penanganan Kebencanaan di Jabar

Pencegahan menjadi faktor penting di samping kesigapan dalam menangani kasus pada saat kejadian. Untuk vaksin hewan, pihaknya menyediakan 50 ribu kendati kebutuhan bisa mencapai 70-80 ribu dosis.

"Itu merupakan proteksi, sehingga vaksin selalu disediakan, dan pemberiannya cuma-cuma, " jelasnya sambil menjelaskan rabies menyerang bisa melalui gigitan hingga jilatan karena air liurnya.

Administrator Kesehatan Ahli Pertama Dinkes Jabar, Sri Yuliani menjelaskan kasus terakhir rabies pada manusia terjadi di Sukabumi pada 2016. Dia menyebut kasus rabies berpeluang terjadi sepanjang adanya hewan yang positif terkena.

Baca Juga: Suaramerdeka.com Raih Rekor MURI, Kukrit SW: Motivasi Lebih Kreatif dan Inovatif di Platform Digital

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemilu 2024 Harus Sesuai Harapan Publik

Jumat, 2 Desember 2022 | 18:11 WIB

Mahasiswa Apoteker dan UTA '45 Serukan Boikot PN UKAI

Kamis, 1 Desember 2022 | 22:05 WIB
X