Soal Tanam Maju, Ini Penjelasannya

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 12:44 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani saat meninjau lokasi pertanian dan menanam padi bersama petani di Desa Adat Sedang, Abiansamel, Badung, Bali. (Biro Pemberitaan DPR RI)
Ketua DPR RI Puan Maharani saat meninjau lokasi pertanian dan menanam padi bersama petani di Desa Adat Sedang, Abiansamel, Badung, Bali. (Biro Pemberitaan DPR RI)

 

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Cara bercocok tanam padi dari satu daerah, berbeda dengan daerah lainnya. Ada yang menggunakan sistem tanam mundur (tandur), ada juga yang menggunakan sistem tanam maju (tanju).

"Saking kaya rayanya Indonesia, beda daerah beda cara menanam padinya. Di Desa Adat Sedang, Abiansemal, Kabubaten Badung, Bali, sawahnya dibikin kotak-kotak segi empat dulu sebelum ditanam," kata Ketua DPR RI Puan Maharani dalam unggahan di akun instagram @puanmaharaniri.

Dia menambahkan, daerah Jawa Timur dibikin garis lurus, di Sumatera berbeda lagi. Menurutnya, dua sistem tanam itu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Sistem tanju juga berlaku di beberapa daerah lain di Indonesia. Yang mana merupakan salah satu teknik menanam padi yang sudah diakui keunggulannya dalam dunia pertanian.  

Keuntungan dari tanju salah satunya petani bisa lebih cepat melakukan penanaman bibit padinya. Selain itu, bisa lebih jelas melihat garis jarak tanam yang sebelumnya dibuat oleh petani menggunakan caplakan.

Caplakan adalah semacam alat pertanian tradisional. Yang mana berfungsi untuk membuat garis pola jarak tanam padi.

Dianjurkan
Pekaseh Subak Pasekan Desa Sedang Agus Gede Widita mengungkapkan, sistem caplak sudah diterapkan oleh petani sejak lama. Bahkan, oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, warga dianjurkan menggunakan sistem tanju.

"Wajar saja kalau ada yang bertanya kenapa menanam maju. Karena warga yang bukan petani, lebih banyak tahunya hanya sistim menanam mundur," ujarnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

KPI Siapkan 13 Inisiatif ESG pada 2023

Selasa, 29 November 2022 | 12:10 WIB

Tumben, Tiket KA Nataru Sepi Peminat, Kurang Laris

Senin, 28 November 2022 | 22:42 WIB

Yudo Margono akan Gantikan Andika Perkasa

Senin, 28 November 2022 | 18:55 WIB

Emil dan Golkar Miliki Relasi Saling Melengkapi

Senin, 28 November 2022 | 18:14 WIB

Kajati DKI, Reda Manthovani Hijaukan Jakarta Selatan

Senin, 28 November 2022 | 16:27 WIB

Komisi I DPR Dukung RKUHP Segera Tuntas

Senin, 28 November 2022 | 15:21 WIB

DPR Pastikan Terus Dukung Kemajuan Alutsista TNI

Senin, 28 November 2022 | 13:37 WIB
X