Podcast Disabilitas dapat Dimanfaatkan oleh Penyandang Disabilitas agar Lebih Produktif

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 13:32 WIB
 (SM/Dok)
(SM/Dok)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) dengan Paberik Soeara Rakjat, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Kece Media UNESA, Divisi Difabel UNESA serta didukung oleh platform podcast Spotify dan Anchor yang diikuti oleh 280 orang peserta yang merupakan penyandang disabilitas netra, rungu, wicara, dan daksa.

Kemenkominfo bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi (GNLD) melaksanakan edukasi literasi digital khusus untuk kelompok masyarakat penyandang disabilitas melalui kegiatan Kelas Podcast Disabilitas yang diselenggarakan secara offline di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus Ketintang dan Kampus Lidah Wetan, Kota Surabaya pada 14-15 September lalu.

Kegiatan ini merupakan usaha penguatan literasi digital bagi penyandang disabilitas demi terciptanya masyarakat Indonesia yang inklusif. Kegiatan ini memastikan agar seluruh elemen masyarakat mendapatkan hak dan akses yang sama untuk berkontribusi di ruang digital dalam mewujudkan ruang digital yang inklusif.

Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA, Wiwik Sri Utami menyampaikan bahwa podcast dapat dimanfaatkan oleh penyandang disabilitas agar lebih produktif.

"Saat ini semua serba digital, media sosial sudah menjadi bagian dari kita semua. Podcast merupakan salah satu media baru yang bisa kita manfaatkan untuk lebih produktif dan membuat konten yang bermanfaat," ujarnya melalui keterangannya pada Ahad, 2 Oktober 2022.

Berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada tahun 2021 disebutkan bahwa Indonesia masih berada dalam kategori “sedang” dengan angka 3.49 dari 5,00.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama UNESA, Sujarwanto mengatakan harapannya agar makin banyak kolaborasi untuk bergerak bersama mengadakan kegiatan yang ramah disabilitas.

"Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mendukung Indonesia lebih inklusif, melek digital dan makin cakap digital. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan perspektif baru," kata Sujarwanto.

Podcaster, Penyiar dan Trainer Komunitas Sahabat Difabel Semarang, Dodi Susetiadi,  menegaskan bahwa ada beberapa faktor yang membuat orang tidak percaya diri, pengalaman masa lalu, lingkungan sekitar, overthinking dengan memikirkan hal-hal yang belum terjadi.

"Yang namanya percaya diri itu harus dicoba dan dilakukan. Tunjukkan kreasi kita dan kemampuan kita agar sekitar kita tahu bahwa penyandang disabilitas pasti ada kelebihan," tegas Dodi.

Rasa percaya diri, bersama dengan pengalaman serta teknik vokal, merupakan modal penting dalam membuat konten podcast.

Sementara, CEO Paberik Soeara Rakjat, Pradipta Nugrahanto menjelaskan materi tentang pentingnya latihan teknik suara atau vokal agar kita terbiasa dengan suara kita sendiri dan melenturkan otot muka kita.

"Agar tidak kaku ketika berhadapan dengan mic, kita harus akrab dengan micnya. Bagaimana caranya? Ya dengan pemanasan, latihan huruf vokal pengucapan A,I,U,E,O ataupun dengan tongue twister," jelas Pradipta.

Kegiatan Kelas Podcast Disabilitas ini termasuk dalam rangkaian kegiatan program Indonesia Makin Cakap Digital yang memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024, yang diinisiasi oleh Kemenkominfo berkolaborasi dengan berbagai pemegang kepentingan terkait.***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Tiba di Mekkah, Kloter 1 Langsung Umroh Wajib

Kamis, 1 Juni 2023 | 23:25 WIB

Kiat Tepat Bermedia Sosial

Kamis, 1 Juni 2023 | 18:07 WIB

Denny JA: Pancasila Pecahkan Rekor Dunia

Kamis, 1 Juni 2023 | 15:32 WIB

MyPertamina Tebar Hadiah

Kamis, 1 Juni 2023 | 15:14 WIB
X