Kepala Dinas Kominfo Flores Timur Ajak Masyarakat Jaga Privasi di Media Sosial

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 06:46 WIB
Workshop Literasi Digital di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka (SM/Dok)
Workshop Literasi Digital di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka (SM/Dok)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Flores Timur, Heronimus Lamawuran mengajak masyarakat Larantuka untuk dapat menjaga privasinya di media sosial maupun platform digital lainnya.

Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi (GNLD) berkolaborasi dalam penyelenggaraan “Workshop Literasi Digital” di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka beberapa waktu lalu.

"Coba adik-adik kirim di Facebook atau Whatsapp itu konten yang bermanfaat seperti cara membuat makanan yang adik-adik buat, jangan joget-joget tidak jelas," ujarnya melalui keterangan tertulis pada Senin, 3 Oktober 2022.

Membagikan konten positif, lanjut dia, dapat memberikan kebahagiaan dan ketenangan kepada teman ataupun keluarga kita sendiri yang melihat konten kita karena menambah pengetahuan mereka.

Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai Literasi Digital kepada lebih dari 400 orang peserta perwakilan masyarakat dan komunitas di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka. Tema workshop literasi digital di Kabupaten Flores Timur adalah “Produktif di Media Sosial dengan Aman, Beretika, dan Berbudaya”.

Berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada tahun 2021 disebutkan bahwa Indonesia masih berada dalam kategori “sedang” dengan angka 3.49 dari 5,00.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, musisi dan kreator konten, Fransiskus Padji Tukan mengatakan bahwa kita hidup di era digital dimana informasi bisa berbahaya jika tidak digunakan dengan baik.

"Realitas sekarang ini sedang tergantikan dengan siber. Media sosial terasa lebih nyata dibandingkan dengan orang yang sedang berada di depan kita. Kita merasa ketika kita mendapat informasi dari media sosial, itulah realitas. Hal ini bisa berbahaya ketika kita tidak melakukan cek fakta dahulu ketika mendapat informasi," kata Fransiskus.

Selanjutnya, tokoh pendidikan muda Larantuka, Maksimus Masan Kian mengungkapkan bahwa media sosial dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun banyak orang apabila digunakan secara baik dan beretika.

"Kecakapan digital yg bagus tidak terletak pada bagaimana kemampuan atau keterampilan seseorang mengoperasikan perangkat digital, tetapi bagaimana perilaku atau etika dalam menggunakan media dengan bertanggung jawab, bermanfaat, dan memberi makna untuk banyak orang," ungkap Maksimus.

Pegiat literasi digital, Khemal Andrias menampilkan video ilustrasi mengenai kerentanan data pribadi untuk dibobol ketika pengguna lalai dalam membagikan kegiatannya di media sosial.

"Sebenarnya yang paling mungkin untuk melanggar data pribadi adalah diri kita sendiri. oleh karena itu kita harus sangat hati-hati sebelum memposting kegiatan kita di media sosial. Bisa jadi orang yang tidak bertanggung jawab dapat menggunakan data pribadi kita untuk keuntungannya," tuturnya.

Selain itu, Khemal juga mengajak peserta menggunakan tools untuk memeriksa data pribadi mereka apakah pernah digunakan orang lain atau tidak, serta membagikan tautan agar peserta dapat mengakses materi-materi mengenai keamanan digital.

Sementara Itu, workshop yang diadakan di Sikka dibuka oleh Bupati Sikka, Fransiskus
Roberto Diogo menuturkan bahwa di era keterbukaan informasi seperti saat ini, yang difokuskan adalah berkaitan dengan produk. Semua sudah tersedia mulai dari cara pembuatan dan pemasaran, tinggal kemauan masyarakat untuk menghasilkannya atau tidak.

"Setiap orang harus punya produk, segala prosesnya penghasilannya bisa kita lihat di
internet, oleh karena itu kita butuh literasi digital," tutur Fransiskus Roberto Diogo.

Influencer lokal, Handrianus Yovin Karwayu dalam paparannya mengingatkan bahwa media sosial bisa digunakan bukan hanya untuk bergaya atau membagikan hal-hal yang tidak baik, tetapi juga bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.

"Kita menggunakan medsos itu jangan sampai menyebarkan hoaks, itu sama saja seperti tukang tipu. medsos bisa kita pakai untuk mem-branding apa saja, seperti personal branding, produk bahkan daerah kita," papar Handrianus.

Tokoh pendidikan Sikka, Gerry Gobang menyampaikan bahwa batasan antara yang terang dan gelap di media sosial itu sangat tipis. Diperlukan etika dalam penggunaannya agar tidak terjebak dalam sisi gelapnya.

"Etika dalam bermedia sosial itu diperlukan agar kita dapat lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial," ucap Gerry.

Sama seperti di Larantuka, Khemal Andrias selaku pegiat literasi digital mengajak masyarakat Sikka untuk menggunakan tools keamanan digital yang bisa diakses secara umum melalui s.id/jagaprivasi agar masyarakat Sikka dapat melacak apakah aktivitas mereka di internet sudah aman atau belum.

Untuk diketahui, Workshop Literasi Digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Mensos Risma Terima Nawacita Awards 2022

Minggu, 27 November 2022 | 07:43 WIB

Lolos Ke 16 Besar Piala Dunia 2022

Minggu, 27 November 2022 | 07:30 WIB

DPR-Pemerintah Mulai Bahas Revisi RUU KSDAHE

Sabtu, 26 November 2022 | 20:53 WIB

Ingin Capres Antikorupsi, Petani Dukung Firli Bahuri

Sabtu, 26 November 2022 | 19:00 WIB

Made Kaek Makin Bertaji.

Sabtu, 26 November 2022 | 08:56 WIB
X