Kemitraan Indonesia - Inggris Diyakini Lebih Konkret

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 21:17 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani saat bertemu dengan Ketua Dewan Rakyat Inggris Sir Lindsay Harvey Hoyle. (Biro Pemberitaan DPR RI)
Ketua DPR RI Puan Maharani saat bertemu dengan Ketua Dewan Rakyat Inggris Sir Lindsay Harvey Hoyle. (Biro Pemberitaan DPR RI)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Peta jalan Kemitraan Indonesia-Inggris untuk tahun 2022–2024 yang telah disepakati oleh Menteri Luar Negeri kedua negara pada 19 April 2022, disambut baik. Apalagi, kerja sama bilateral Indonesia dan Inggris sudah terjalin selama 70 tahun.

"Saya percaya, ini adalah momen yang tepat bagi kedua negara untuk mengintensifkan kemitraan menjadi konkret di masa depan," kata Ketua DPR RI Puan Maharani di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (4/10).

Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan Ketua Dewan Rakyat Inggris, Sir Lindsay Harvey Hoyle. Menurutnya, kemitraan tersebut sangat penting.

"Karena Indonesia dan Inggris menghadapi tantangan yang kompleks. Seperti biaya energi yang tinggi, lonjakan inflasi, masalah ketahanan pangan, dinamika geopolitik termasuk konflik di Ukraina, hingga pemulihan pasca-pandemi Covid-19," ujarnya.

Oleh karena itu, dia mengharapkan kedua belah pihak untuk terus memberi dorongan terhadap pada implementasi roadmap Kemitraan. Melalui pertemuan itu, dia berharap dapat berdiskusi lebih lanjut.

"Khususnya terkait hal-hal yang menjadi perhatian bersama. Dalam bidang perdagangan dan investasi kedua negara, diketahui terjadi peningkatan sebesar 18 persen di tahun 2021," tandasnya.

Meningkat
Dimana investasi Inggris di Indonesia pada tahun 2021 meningkat 67 persen. Yaitu dari 192,8 juta dollar AS menjadi 322,9 juta dollar AS untuk 705 proyek.

"Saya berharap, kedua negara dapat memanfaatkan forum Joint Economic and Trade Committee (JETCO). Hal itu untuk mengupayakan peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia-Inggris secara berkelanjutan dan saling menguntungkan," tegasnya.

Dia juga berharap, kerja sama Indonesia dan Inggris berfokus pada sektor ekonomi hijau. Seperti investasi dan pengembangan teknologi yang ramah lingkungan, untuk transisi ekonomi.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

KPK Pantau Investasi Telkomsel ke GOTO

Rabu, 30 November 2022 | 11:31 WIB

Tunjuk Laksamana Yudo, Alasan Jokowi Rotasi Matra

Selasa, 29 November 2022 | 18:51 WIB

KPI Siapkan 13 Inisiatif ESG pada 2023

Selasa, 29 November 2022 | 12:10 WIB

Tumben, Tiket KA Nataru Sepi Peminat, Kurang Laris

Senin, 28 November 2022 | 22:42 WIB
X