Tak Ada Negara yang Bisa Hadapi Gejolak Global Sendirian

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 16:19 WIB
Presiden Joko Widodo memukul gong tanda pembukaan pembukaan the 8th G20 Parliamentary Speakers Summit (P20) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. (Biro Pemberitaan DPR RI)
Presiden Joko Widodo memukul gong tanda pembukaan pembukaan the 8th G20 Parliamentary Speakers Summit (P20) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. (Biro Pemberitaan DPR RI)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Tantangan global harus dihadapi secara bersama. Terlebih, kondisi perekonomian global saat ini menempatkan setiap negara berada dalam kerentanan yang tinggi.

"Hal itu ditandai dengan lonjakan inflasi, respon kebijakan moneter, perlambatan ekonomi, konflik geopolitik, serta meluasnya stagflasi," kata Ketua DPR RI Puan Maharani dalam pembukaan the 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10).

Di hadapan pimpinan-pimpinan parlemen negara G20, dia mengingatkan kondisi itu diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun 2023. Adapun gelaran P20 yang merupakan rangkaian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20

Acara tersebut dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Menurut Puan, merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia dapat menjadi tuan rumah bagi pelaksanaan the 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20) tahun 2022.

Menurutnya, penyelenggaraan P20 bertujuan untuk menggalang kerjasama parlemen. Khususnya dalam mendukung agenda dan implementasi kesepakatan G20.

"Terutama dalam kerangka pemulihan global, pencapaian Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, dan mengatasi berbagai tantangan global lainnya," ujarnya.

Pemulihan
Dikatakan, P20 diadakan pada momen dimana dunia baru saja menghadapi pandemi Covid-19. Selain itu, setiap negara sedang menjalankan pemulihan sosial dan ekonomi dari dampak pandemi tersebut.

"Kita juga masih memiliki sejumlah agenda global untuk direspon melalui kerja-kerja nyata. Antara lain isu-isu yang berkaitan dangan climate change, lingkungan hidup, ekonomi hijau, ketahanan pangan dan energy, serta kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan," tegasnya.

Dia menambahkan, pertemuan P20 sangat strategis karena G20 menguasai 85 persen ekonomi dunia dan memiliki 65 persen penduduk dunia. Sehingga, aksi konkrit G20 akan membawa dampak dan manfaat nyata.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pemilu 2024 Harus Sesuai Harapan Publik

Jumat, 2 Desember 2022 | 18:11 WIB

Mahasiswa Apoteker dan UTA '45 Serukan Boikot PN UKAI

Kamis, 1 Desember 2022 | 22:05 WIB
X