Tantangan Global Semakin Kompleks dengan Krisis Multidimensi

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 21:37 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani dalam the 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20). (Biro Pemberitaan DPR RI)
Ketua DPR RI Puan Maharani dalam the 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20). (Biro Pemberitaan DPR RI)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Di tengah kondisi dunia yang masih rentan dalam upaya pemulihan dari pandemi Covid-19, tantangan global menjadi semakin kompleks. Yakni dengan keberadaan krisis multidimensi.

"Krisis multidimensi tersebut mulai dari tekanan geopolitik, krisis pangan dan energi, stagnasi ekonomi, hingga tantangan perubahan iklim dan lingkungan," kata Ketua DPR RI Puan Maharani saat memimpin sidang P20 di Gedung DPR,Senayan, Jakarta, Kamis (6/10)

Dikatakan, dampak buruknya dirasakan secara global, terutama oleh negara-negara miskin. Dimana untuk pertama kalinya dalam 32 tahun, laporan Pembangunan Manusia PBB menunjukkan standar hidup negara-negara telah menurun secara global selama dua tahun berturut-turut.

"Pembangunan manusia telah jatuh kembali ke tingkat tahun 2016. Ini membalikkan sebagian besar pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

Sehingga, upaya pengentasan kemiskinan semakin sulit dicapai. Belum lagi ketimpangan antar-penduduk dan negara yang semakin tinggi.

"Sehingga upaya pencapaian target tanpa kelaparan semakin berat. Hal ini menunjukkan pentingnya kita meningkatkan aksi, karena waktu untuk penuhi target SDGs kurang dari 8 tahun lagi," tandasnya.

Dipercepat
Dia memandang, implementasi SDGs harus dipercepat. Dan ketahanan negara berkembang dalam hadapi krisis harus diperkuat.

"Akibat krisis multidimensi itu, pendanaan yang dibutuhkan dalam pembangunan menjadi lebih banyak dari sebelumnya. Kesenjangan pembiayaan SDGs global pun meningkat dari 2,5 triliun dolar AS per tahunnya sebelum pandemi Covid-19, menjadi 4,2 triliun dolar AS pasca-pandemi," tegasnya.
 
Karenanya, tidak bisa bekerja business as usual dan perlu lakukan extraordinary effort. Kesenjangan pembiayaan tersebut juga dinilai memerlukan langkah-langkah terobosan untuk pendanaan pembangunan.

"Peran parlemen penting dalam membantu mewujudkan pemulihan dunia. Agar menjadi lebih hijau, inklusif dan berkelanjutan," ucapnya.
 
Karena parlemen sebagai mitra pemerintah, dapat mendukung. Agar komitmen terwujud dalam aksi nyata.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pemilu 2024 Harus Sesuai Harapan Publik

Jumat, 2 Desember 2022 | 18:11 WIB

Mahasiswa Apoteker dan UTA '45 Serukan Boikot PN UKAI

Kamis, 1 Desember 2022 | 22:05 WIB
X