Fasilitas Face Recognition Stasiun Bandung, Lebih dari 5.800 Data Pengguna KA Sudah Tersimpan

- Jumat, 14 Oktober 2022 | 13:59 WIB
Stasiun KA Besar Bandung
Stasiun KA Besar Bandung

BANDUNG, jakarta.suaramerdeka.com - PT KAI (Persero) bakal menggunakan perangkat identifikasi wajah (face recognition) dalam proses penumpang naik ke kereta (boarding) di stasiun.

Fasilitas tersebut belum resmi dipergunakan. Karenanya, selama tiga bulan ini, alatnya menjalani masa ujicoba sebelum kemudian beroperasi secara massal.

Ujicoba tersebut berlangsung di Stasiun Besar Bandung. "Sekarang masih kita uji coba, jika berjalan baik akan kita pasang di semua stasiun keberangkatan," kata Jubir PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, pertengahan pekan ini.

Alat identifikasi wajah yang beroperasi berjumlah dua unit yang diletakan di pintu masuk keberangkatan stasiun sebelah utara. Karena ujicoba, alat yang difungsikan baru satu unit.

Baca Juga: Gogos di Jeruklegi-Kawunganten: Perka Hancur, Pelayanan Ke Penumpang Babak Belur

Meski bersifat ujicoba, Kus menyebut bahwa itu sekaligus sebagai sarana registrasi penumpang. Dengan demikian, mereka tak perlu lagi mendaftar lagi pada saat alat pemindai wajah itu resmi digunakan. Registrasinya cukup dilakukan satu kali.

"Saat ini, uji cobanya bukan bersifat menawarkan, karena ke depannya diharapkan semua stasiun keberangkatan bisa menggunakan FR tersebut. Registrasinya sendiri sudah dimulai dari sekarang sehingga ketika sudah 100 persen dioperasikan sudah tidak banyak lagi yang registrasi," katanya.

Menurut dia, sudah ribuan penumpang yang terdata dalam alat tersebut. Diharapkan, jumlahnya terus meningkat. Penumpang cukup meletakan fisik KTP elektroniknya di pemindai yang disediakan.

Baca Juga: Mengisi Sensasi pada Jeda di Pemberhentian KA Bernama Cipeundeuy

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Pesawaran Bawa Sulam Jelujur ke New York

Sabtu, 4 Februari 2023 | 19:15 WIB

Prakiraan Cuaca Jabodetabek Besok 5 Februari 2023

Sabtu, 4 Februari 2023 | 15:14 WIB

LMK Pelari Datang, Revolusi Royalti Menjelang.

Sabtu, 4 Februari 2023 | 07:55 WIB

ASEAN Tak Boleh Menjadi Proksi Pihak Mana Pun

Jumat, 3 Februari 2023 | 22:16 WIB
X