Ahmad Mahendra; Wartawan Pilar Penting Ekosistem Perfilman Indonesia

- Sabtu, 15 Oktober 2022 | 17:52 WIB
Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman Musik dan Media Kemendikbud Ristek RI saat membuka Webinar daring Seri ke 4 FFWI XII bertema Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Film Indonesia. (Benny Benke )
Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman Musik dan Media Kemendikbud Ristek RI saat membuka Webinar daring Seri ke 4 FFWI XII bertema Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Film Indonesia. (Benny Benke )

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Wartawan film dan budaya di Indonesia adalah pilar utama dan mengambil peran sangat penting sebagai penguat ekosistem perfilman Tanah Air. Sejarah telah membuktikan peran penting wartawan film dalam perjalanan panjang film Indonesia.

Demikian dikatakan Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman Musik dan Media Kemendikbud Ristek RI saat membuka Webinar daring Seri ke 4 FFWI XII bertema Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Film Indonesia. Yang menghadirkan nara sumber kunci Kemalsyah Siregar (Pakar Hukum Perburuhan), Niniek L. Karim (Psikolog dan artis senior) dan Hadrah Daeng Ratu (Sutradara).

Baca Juga: Polri, Sampai Kapan Kau Terus Merendahkan Dirimu Sendiri?.

Ahmad Mahendra menambahkan, berdasarkan pemahaman itulah dia menilai Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) sangat penting keberadaan dan keberlangsungannya. "Karenanya, Direktorat Perfilman Musik dan Media Kemendikbud Ristek RI memberikan dukungan sepenuhnya atas terselenggaranya FFWI XII tahun 2022 ini, " katanya di Jakarta, Sabtu (15/10/2022).

Dalam catatan Ahmad Mahendra, penguatan ekosistem perfilman Indonesia tidak dapat ditawar lagi. Harapannnya, percepatan itu membuat film Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dan tamu agung di manca negara.

Baca Juga: Ferdy Sambo dan Wajah Kepolisian Kita

"Buktinya, film Indonesia telah membuktikan kekuatannya dengan menguasai market share di bulan September 2022 lalu. Market share penonton bioskop film-film Indonesia jauh mengungguli jumlah penonton film barat. Fenomena ini adalah yang pertama dalam sejarah perfilman Indonesia, " katanya.

Tercatat, film yang tayang di bioskop bulan lalu dengan persentase 61 persen untuk film Indonesia, berbanding 39 persen untuk film Hollywood. Sisanya, film Indonesia juga mulai diekspoert ke berbagai negara di Asia dan Amerika.

Baca Juga: Ferdy Sambo dan Kekuasaan.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Ajukan Kasasi Kasus KSP Indosurya

Minggu, 29 Januari 2023 | 18:28 WIB

Pos Indonesia Bantu Program ATM Beras

Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:30 WIB
X