Webinar FFWI 2022; Pekerja Film Sudah Harus Memiliki Standar Acuan Perlindungan Hukum.

- Minggu, 16 Oktober 2022 | 12:30 WIB
Pakar Hukum Perburuhan Kemalsyah Siregar, (Istimewa )
Pakar Hukum Perburuhan Kemalsyah Siregar, (Istimewa )

 

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,,-  Sudah saatnya para pekerja perfilman Indonesia memiliki acuan perlindungan hukum yang jelas, agar mereka memperoleh kepastian perlindungan hukum.

Demikian disampaikan oleh Pakar Hukum Perburuhan Kemalsyah Siregar, dalam seri keempat webinar Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI), Jumat,15/10, di Jakarta dengan tema “Perlindungan Hukum bagi Pekerja Film.”. 

Baca Juga: Ahmad Mahendra; Wartawan Pilar Penting Ekosistem Perfilman Indonesia

“Dengan kata lain, ada warning system," kata lulusan Fakuktas Hukum UI itu. 

Kemal menjelaskan, dalam perlindungan hukum terhadap para pekerja film, ada dua aspek. Pertama perlindungan hukum yang terkait dengan hak kekayaan intelektual seperti hak cipta dan sebagainya.

Sedangkan aspek kedua, perlindungan hukum terhadap diri para pekerja perfilman. Menurut Kemal, bidang keahlianya sebagai advokat, hanya terbatas pada perlindungan hukum perburuhan kepada para pekerja perfilman.

Baca Juga: Ahmad Mahendra, Merangkul Semuanya.

“Untuk yang pertama soal hak kekayaan intelektual, saya tidak mau atau tidak dapat memberi komentar karena hal itu di luar bidang saya,” terang Kemal. 

Menurut pakar perburuhan yang menjadi advokat banyak perusahaan besar ini, dilihat dari jenis pekerjaannya, sudah perlu diperhatikan adanya perjanjian kerja yang mengatur jam kerja ideal bagi pekerja film

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X