Pemerintah Diminta Tetapkan Kasus Gagal Ginjal Akut Anak Sebagai KLB

- Jumat, 21 Oktober 2022 | 17:32 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani.
Ketua DPR RI Puan Maharani.

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Pemerintah diminta untuk aegera menetapkan kasus gagal ginjal akut misterius pada anak, sebagai kejadian luar biasa (KLB). Khususnya bila sudah memenuhi kriteria penetapan.

“Kasus gagal ginjal akut pada anak sudah cukup mengkhawatirkan. Kalau dari data-data yang ada sudah memenuhi syarat, segera tetapkan penyakit ini sebagai kejadian luar biasa atau KLB,” kata Ketua DPR RI Puan Maharani, Jumat (21/10).

Menurutnya, kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia melonjak menjadi lebih dari 200 kasus. Yakni dengan angka kematian hampir 50 persen dari total kasus dalam sepekan setelah pertama kali dilaporkan.

Dari data terbaru, sudah terdapat 206 kasus gagal ginjal akut. Dimana 99 anak di antaranya meninggal dunia.

"Case fatality rate yang cukup tinggi, perlu menjadi pertimbangan bagi pemerintah. Khususnya untuk menetapkan KLB," ujarnya.

Kejadian tersebut jugavbagaikan puncak gunung es. Dimana asus yang diketahui ratusan, tapi korbannya bisa jadi jauh lebih banyak.

Mengancam
Dikatakan, situasi ini sangat genting dan mengancam keselamatan anak-anak. Status KLB akan berpengaruh pada langkah penanganan dan pengobatan dalam mengatasi gagal ginjal akut.

"Termasuk soal pembiayaan dan berbagai kemudahan lainnya. Dengan meningkatnya status menjadi KLB, semua pemangku kebijakan akan memiliki kepedulian dalam penanganan penyakit ini," tandasnya.

Dengan status KLB, kata dia, setiap anak yang didiagnosa gagal ginjal akut - baik memiliki BPJS Kesehatan maupun tidak - harus ditanggung perawatan kesehatan dan pengobatannya hingga tuntas. Tanpa status KLB, dikhawatirkan banyak pasien kesulitan mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Bank Muamalat dan BMM Gelar Muamalat Berbagi

Senin, 6 Februari 2023 | 15:17 WIB
X