Pemangku Kepentingan Berkolaborasi Penilaian Nilai Stok Karbon Tinggi di Aceh Timur dan Aceh Tamiang

- Selasa, 25 Oktober 2022 | 16:48 WIB

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com– Pemangku kepentingan yang terdiri dari pemerintah, pihak swasta, organisasi non-pemerintah serta komunitas sepakat untuk meningkatkan kolaborasi konservasi hutan.

Melalui penilaian Nilai Konservasi Tinggi dan Stok Karbon Tinggi (NKT/SKT) dari hutan tropis di Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

Penilaian ini akan digunakan untuk mengidentifikasi nilai konservasi dan karbon, yang mana akan berkontribusi bagi usaha-usaha mitigasi perubahan iklim, membangun ketahanan iklim.

Melindungi keanekaragaman hayati dan jasa-jasa lingkungan, mendukung penghidupan masyarakat setempat, dan menghormati hak-hak komunitas serta akses ke sumber daya dan nilai-nilai budaya.

Baca Juga: Sempat Down, Layanan Pesan Instan WhatsApp Berangsur Pulih

Kolaborasi ini dilakukan oleh Pemerintah Aceh, Pemerintah Aceh Timur, Pemerintah Aceh Tamiang, Unilever, PepsiCo, Musim Mas, IDH (di Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Inisiatif Dagang Hijau), Yayasan Ekosistem Lestari (YEL).

Forum Konservasi Leuser (FKL), Yayasan Masyarakat Kehutanan Lestari (YMKL), Forest People Program (FPP), Proforest, dan Remark Asia.

Pendekatan-pendekatan NKT dan SKT merupakan landasan komitmen konservasi dan nol-deforestasi bagi banyak perusahaan swasta.

Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan dukungan bagi implementasi yang efektif akan komitmen-komitmen tersebut melalui peningkatan penggunaan perangkat NKT/SKT.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Pesawaran Bawa Sulam Jelujur ke New York

Sabtu, 4 Februari 2023 | 19:15 WIB

Prakiraan Cuaca Jabodetabek Besok 5 Februari 2023

Sabtu, 4 Februari 2023 | 15:14 WIB

LMK Pelari Datang, Revolusi Royalti Menjelang.

Sabtu, 4 Februari 2023 | 07:55 WIB

ASEAN Tak Boleh Menjadi Proksi Pihak Mana Pun

Jumat, 3 Februari 2023 | 22:16 WIB
X