Cara Negara Respon Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak Memprihatinkan

- Kamis, 27 Oktober 2022 | 11:04 WIB
Diskusi Gelora Talk bertajuk Gagal Ginjal Akut Mengkhawatirkan Negeri, Bisakah Dihentikan?  (Gelora Media Center)
Diskusi Gelora Talk bertajuk Gagal Ginjal Akut Mengkhawatirkan Negeri, Bisakah Dihentikan? (Gelora Media Center)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Cara negara yang biasa saja dalam merespon kematian atau musibah yang terjadi, dinilai memprihatinkan. Contohnya seperti pada kasus gangguan gagal ginjal akut misterius, yang telah merenggut ratusan nyawa anak-anak.

"Harusnya ada konsen yang besar dari negara terhadap nyawa anak-anak, nyawa harapan, nyawa masa depan. Ini menjadi keprihatinan kita bersama," kata Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia Fahri Hamzah, Rabu (26/10).

Hal itu disampaikannya dalam diskusi Gelora Talk bertajuk Gagal Ginjal Akut Mengkhawatirkan Negeri, Bisakah Dihentikan? Dimana hingga kini, telah terjadi 255 kasus yang terjadi di 26 provinsi dan tercatat sebanyak 143 anak meninggal dunia.

"Padahal, negara memiliki kewajiban untuk melindungi nyawa atau jiwa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Dimana salah satu tujuan bernegara itu adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia," ujarnya.

Dia juga prihatin dengan cara negara terkait nyawa hampir 1.000 petugas pemilu di masa lalu. Kemudian terkait nyawa korban Tragedi Kanjuruhan.

"Dianggap berlalu begitu saja, tanpa ada satu keseriusan untuk melihat ada problem yang sangat fatal. Menurut saya, agak aneh kalau kita lihat responnya," tandasnya.

Memanggil
Menurutnya, langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan memanggil para pelaku, pengawas, polisi dan jaksa beberapa waktu lalu ke Istana Negara, tidak menyelesaikan masalah yang sedang terjadi. Sebab, bukan begitu cara bekerja negara.

"Negara harus menghargai separation of job, pembagian tugas. BPOM itu tidak boleh dilepaskan dari tanggung jawab. Karena negara sudah mengimplan sistem pengawasan obat dan makanan," tegasnya.

Sehingga ketika dikemudian hari ada yang salah seperti ada yang keracunan dan ada yang meninggal, maka negara harus menyalahkan dirinya dulu. Dan tidak boleh menyalahkan orang lain.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Bank Muamalat dan BMM Gelar Muamalat Berbagi

Senin, 6 Februari 2023 | 15:17 WIB
X