Euforia Kerumuman Massa Harus Jadi Perhatian

- Senin, 31 Oktober 2022 | 18:17 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani.
Ketua DPR RI Puan Maharani.

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Penyelenggara acara atau kegiatan yang melibatkan banyak orang, diminta belajar dari peristiwa perayaan Halloween di Itaewon, Korea Selatan. Apalagi, beberapa waktu lalu ada konser musik yang dihentikan akibat tidak kondusif.

“Panitia penyelenggara acara hiburan harus tertib dan sesuai aturan. Penjualan tiket tidak boleh melebihi kapasitas tempat acara,” kata Ketua DPR RI Puan Maharani, Senin (31/10).

Selain itu, penyelenggara acara agar menyediakan fasilitas pendukung, khususnya terkait P3K. Penyelenggara acara juga perlu mengantisipasi terjadinya peristiwa yang dapat menyebabkan korban.

“Pengamanan ketat di setiap acara yang ada kerumunan massa, mutlak dilakukan. Yakni dengan terus memperhatikan dinamika lapangan,” ujarnya.

Dia menegaskan, tidak ada yang boleh abai terhadap protokol keamanan dan keselamatan di setiap acara. Terutama pada acara-acara hiburan yang menempatkan banyak orang di satu lokasi.

“Saya memahami masyarakat ingin menikmati hiburan usai pembatasan selama lebih dari dua tahun. Apalagi, saat ini kondisi pandemi Covid-19 sudah berangsur membaik,” tandasnya.

Perhatian
Namun, euforia kerumuman massa pasca Covid-19 harus jadi perhatian. Sebab jangan ada nyawa melayang atau korban.

"Sehingga, kewaspadaan dari masyarakat sendiri juga menjadi kunci. Saya meminta pemerintah melakukan langkah-langkah antisipasi jelang pergantian tahun," tegasnya.

Selain pengawasan ketat, ketegasan dari pemerintah dan aparat keamanan sangat diperlukan. Sebab, pada perayaan pergantian tahun sebentar lagi, pasti akan banyak konser maupun kegiatan hiburan.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pemerintah Ajukan Kasasi Kasus KSP Indosurya

Minggu, 29 Januari 2023 | 18:28 WIB

Pos Indonesia Bantu Program ATM Beras

Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:30 WIB
X