Yusuf Susilo Hartono Among Jiwo.

- Jumat, 11 November 2022 | 14:51 WIB
Pameran Among Jiwo oleh YSH (Tangkapan Layar )
Pameran Among Jiwo oleh YSH (Tangkapan Layar )

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com, -- Mendekati tutup tahun 2022 ini komunitas seni rupa Indonesia akan disuguhi peristiwa menarik, yaitu dilangsungkannya pameran lukisan dan drawing oleh Yusuf Susilo Hartono, persona yang dikenal sebagai perupa, pewarta cum penyair Indonesia.

Pameran  yang berlangsung di Museum Nasional, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta pada 9 – 13 November 2022 ini, menyajikan banyak karya apik YSH -- demikian Yusuf Susilo Hartono biasa disapa .

Pameran bertajuk "Among Jiwo" atau mengikuti suara hati, ini merupakan suatu retrospeksi atas perjalanan karyanya selama 40 tahun sejak tahun 1982. Melintasi era Orde Baru, Reformasi, dan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Ihwal padanan kata yang pas "Among Jiwo," YSH bercerita, sebenarnya tidak ada diksi yang mangkus dan sangkil dalam bahasa Indonesia, apalagi bahasa Inggris, untuk menerjemahkan dua kata itu. Meski sepengakuan YSH dia sudah berkonsultasi dengan Romo Sindhunata. Romo Sindhu pun mengatakan "Among Jiwo" terlalu dalam maknanya, sekaligus terlalu sulit untuk mencari padanan katanya dalam bahasa lain selain bahasa Jawa.

Lanskap Bojonegoro, 1982. Salah satu sketsa tertua. (Dok YSH)

"Maka, diksi yang paling mendekati artinya adalah mengikuti suara hati, " kata YSH di Jakarta, Kamis (10/11/2022) sembari mengenang nasehat yang diberikan mendiang Affandi, salah satu maestro lukis Indonesia kepadanya pada sebuah ketika.

Saking pentingnya pameran ini,
Kepala Galeri Nasional Pustanto, yang mewakili Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, dalam sambutan pembukaan pameran "Among Jiwo" mengatakan, selama mengenal YSH selama 30 tahun belakangan di Jakarta, menyaksikan kiprah Yusuf di medan seni dan jurnalistik. Bahkan sering kerja bersama.

"Maka dengan adanya pameran restrospeksi yang menampilkan tidak hanya karya seni rupa, tapi juga jurnalistik dan puisi, yang digelutinya selama 40 tahun terakhir, telah membuktikan dia seorang yang multi talenta, " kata Pustanto, Rabu (9/11/2022).

Dari sisi lain, kurator pameran Dr.Anna Sungkar mengatakan, karya-karya yang diciptakan YSH menarasikan catatan perjalanan hidup, kesan-kesan, renungan, pemikiran, dan respons atas masalah sosial yang sedang berkembang pada suatu waktu.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank Muamalat dan BMM Gelar Muamalat Berbagi

Senin, 6 Februari 2023 | 15:17 WIB
X