Dibangun 1,5 Bulan, PLTS Terapung Nusa Dua Tak Hanya Untuk Hajat KTT G20 Tapi Juga Jadi Jawaban Dilema Energi

- Sabtu, 12 November 2022 | 15:33 WIB

jakarta.suaramerdeka.com - Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Waduk Muara Nusa Dua milik PLN Group yang baru saja diresmikan menjadi kesiapan BUMN energi itu dalam memuluskan tahapan transisi energi.

Tak sekadar untuk menyukseskan gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, kehadirannya juga menjadi sinyal menggembirakan atas jawaban dari persoalan kebutuhan energi mendatang di Indonesia.

Menurut Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, PLTS Terapung Waduk Muara Nusa Dua berkapasitas 100 kilowatt-peak (kWp) itu bukan hanya sekadar showcase untuk KTT G20, melainkan juga sebagai simbol tidak ada lagi dilema energi di masa depan.

Dia menjelaskan bahwa PLTS yang terdiri dari 228 panel solarcell tersebut telah selesai  dan berhasil diuji coba sejak awal Oktober melalui inovasi Smart Grid. Kandungan komponen dalam negerinya pun tinggi.

Baca Juga: PLN Butuh Investasi Lebih dari USD 700 Miliar Untuk Capai Net Zero Emission

Inovasi tersebut merupakan salah satu program dari transformasi PLN yang menggunakan teknologi sistem digital untuk memonitor dan mengelola pasokan energi listrik sesuai dengan kebutuhan beban.

"Jadi di sini untuk apungnya dari buatan dalam negeri, frame-nya dari dalam negeri, semua peralatannya dalam negeri. Ke depan ini masih ada ruang kita membangun kapasitas nasional," kata Darmawan dalam keterangannya, Sabtu (12/11/2022).

Melalui subholding PLN Indonesia Power, jelasnya, perseroan menyelesaikan proyek PLTS Terapung Waduk Muara Nusa Dua itu hanya dalam tempo satu bulan dua minggu.

Baca Juga: Sambut Uji Dinamis pada Gelaran G20, PLN Tuntaskan Sistem Kelistrikan KCJB di Area Tegalluar

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X