Tanpa Protokoler Ketat, Jokowi Ajak Media Keliling Tahura Ngurah Rai Sebelum Kedatangan Pemimpin G20

- Rabu, 16 November 2022 | 15:41 WIB

jakarta.suaramerdeka.com - Ada hal menarik pada hari kedua rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Rabu (16/11/2022). Presiden Joko Widodo mengajak ofisial media dan wartawan yang meliput di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai untuk berteduh di tempat VVIP sambil menanti kedatangan para pemimpin G20.

Di Pendopo Wantilan, Presiden Jokowi juga berbincang dengan para wartawan. Kepada Alex, wartawan asal Amerika Serikat, Presiden menjelaskan mengenai mangrove dan Tahura.

"Kita memiliki 33 spesies (mangrove) di sini," kata Presiden Jokowi.

Para ofisial media perwakilan dari negara G20 mengaku senang karena tanpa aturan protokoler yang ketat, mereka bisa berbincang langsung dengan Presiden Jokowi. Salah satunya Athi Geleba dari Afrika Selatan yang sangat terkesan dengan keramahan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Serahkan Presidensi 2023 ke PM Modi, Presiden Jokowi Resmi Tutup KTT G20: Have a Safe Trip

"Anda tahu, kami sedang duduk di bawah sinar matahari dan dia mengundang kami ke bagian yang lebih sejuk di mana ada tempat teduh dan di sana juga menawari kami minuman dan dia sangat ramah, sangat mudah diakses," ungkap Athi.

"Kami sebenarnya sangat terkejut ketika Presiden mengundang kami untuk datang dan bergabung dengannya," ujarnya menambahkan.

Selepas itu, Presiden Jokowi mengajak para wartawan untuk berkeliling Tahura dan melihat mangrove. Presiden memperkenalkan langsung spesies mangrove yang ada di area pembibitan, antara lain Rhizopora apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, dan Celiops tagal.

Baca Juga: KTT G20 – Langkah Strategis Indonesia menuju Poros Maritim Dunia

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Pesawaran Bawa Sulam Jelujur ke New York

Sabtu, 4 Februari 2023 | 19:15 WIB

Prakiraan Cuaca Jabodetabek Besok 5 Februari 2023

Sabtu, 4 Februari 2023 | 15:14 WIB

LMK Pelari Datang, Revolusi Royalti Menjelang.

Sabtu, 4 Februari 2023 | 07:55 WIB

ASEAN Tak Boleh Menjadi Proksi Pihak Mana Pun

Jumat, 3 Februari 2023 | 22:16 WIB
X