Sultan Najamudin: Kerberhasilan Presidensi G20 Harus Dihargai Sebagai Momentum Pemulihan Ekonomi Global

- Kamis, 17 November 2022 | 18:54 WIB
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin  (DPD RI)
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin (DPD RI)

JAKARTA- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin mengapresiasi performa pemerintah dalam penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G20 di tengah multi krisis global.

"Secara umum kita bangga dengan kerja keras pemerintah Indonesia pada even multilateral yang menentukan masa depan dunia ini. Keberhasilan Presidensi G20 kali ini harus kita hargai sebagai momentum pemulihan dan pertumbuhan ekonomi global secara berkelanjutan," kata Sultan, Kamis (17/11).

Menurutnya, G20 Bali mampu mempertemukan perbedaan kepentingan dan meningkatkan kualitas hubungan bilateral beberapa negara anggota yang sempat meruncing.

Hal ini secara langsung memberikan dampak yang positif pada bursa saham global hari ini.

Baca Juga: Presidensi G20 Berikan Efek Ganda bagi Perekonomian Indonesia

"Indonesia sebagai tuan rumah, tentu sedikit banyak mendapatkan keistimewaan dan insentif ekonomi yang lebih. Terutama dalam upaya pembiayaan iklim, kepariwisataan dan beberapa sektor lainnya," ungkap mantan Ketua HIPMI Bengkulu ini.

Meskipun tidak dihadiri langsung oleh beberapa kepala negara seperti Rusia, namun Sultan menilai G20 Bali mampu memberikan titik terang bagi solusi perdamaian dan stabilitas geopolitik melalui sebuah konsensus yang disebut Leader's Declaration.

"Kami sangat menghargai sikap tegas Presiden Joko Widodo yang menyerukan agar dihentikannya perang yang terjadi di Ukraina," katanya.

Baca Juga: Papua Barat Daya Dipastikan Ikut Pemilu 2024

Halaman:

Editor: Fauzan Jazadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Pesawaran Bawa Sulam Jelujur ke New York

Sabtu, 4 Februari 2023 | 19:15 WIB

Prakiraan Cuaca Jabodetabek Besok 5 Februari 2023

Sabtu, 4 Februari 2023 | 15:14 WIB

LMK Pelari Datang, Revolusi Royalti Menjelang.

Sabtu, 4 Februari 2023 | 07:55 WIB

ASEAN Tak Boleh Menjadi Proksi Pihak Mana Pun

Jumat, 3 Februari 2023 | 22:16 WIB
X