Polemik Stok Beras, Bulog dan Kementan Diminta Bersinergi Perluas Program Kemitraan

- Selasa, 22 November 2022 | 13:38 WIB
Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin (DPD RI)
Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin (DPD RI)

JAKARTA- Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin mendorong Badan Urusan Logistik atau Perum Bulog dan Kementerian Pertanian (Kementan) bersinergi melalukan perluasan jangkauan program mitra kerja pengadaan beras di tingkat petani.

Hal ini disampaikan Sultan untuk merespon pernyataan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyarankan pemenuhan stok cadangan beras pemerintah (CBP) dari luar negeri atau impor dengan pertimbangan saat ini hanya 651 ribu ton atau separuh dari target sebanyak 1,2 juta ton.

Sementara di saat yang sama, Kementan memastikan produksi beras nasional dalam kondisi aman hingga akhir tahun.

Baca Juga: Infrastruktur Terdampak Gempa Cianjur Akan Dibangun Kembali Oleh Pemerintah, BNPB Buka Call Center

Dengan peluang tambahan stok pada produksi periode Oktober-Desember 2022, Kementan memperkirakan mencapai 5 sampai 6 juta ton beras.

"Baik kementerian pertanian maupun Bulog memiliki tanggungjawab yang sama dalam penyediaan pangan. Kita tidak ingin ego sektoral antara keduanya justru merugikan petani dan masyarakat sebagai konsumen", kata Sultan melalui keterangannya pada Selasa (22/11).

Menurutnya, kenaikan harga beras di tingkat petani yang memberatkan Bulog sedikit banyak disebabkan oleh kebijakan pemangkasan subsidi pupuk Kementan melalui Permentan nomor 10 tahun 2022.

Tapi harus diakui juga bahwa sejauh ini Bulog belum efektif melaksanakan program mitra kerja pengadaan di daerah penghasil utama beras.

Baca Juga: Anak Susah Membaca dan Menulis, Bimba Rainbow Kids Kebonbaru Beri Solusi

Halaman:

Editor: Fauzan Jazadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X