Ditjen IKP Kominfo: Humas di Era Digital Harus Proaktif

- Kamis, 24 November 2022 | 13:34 WIB

Solo, suaramerdeka-jakarta.com – Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Usman Kansong mengatakan dunia digital memungkinkan semua pihak untuk menjadi produsen informasi secara lebih intensif. Untuk itu, Humas sekarang ini harus lebih proaktif.

Lebih lanjut digambarkan Usman, dulu sebelum digitalisasi mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, semua kegiatan komunikasi bersifat defensif dan menunggu konfirmasi. Semua menunggu diwawancara oleh pers atau jika membuat jumpa pers, juga harus melibatkan media.

"Kita sangat pasif. Sifatnya menunggu, kalaupun aktif, kita tidak pro,” ujarnya dalam City Tour Bersama Monumen Pers Solo, Rabu (23/11).

Usman mencontohkan, televisi Indonesia saat ini akan berubah menjadi digital. Dalam satu televisi akan ada banyak kanal. Satu mux (penyalur konten untuk televisi digital) ada 12 sampai 16 kanal. Kanal-kanal tersebut bisa diisi di masa depan ketika semua televisi di daerah sudah digital. “Humas bisa saja menyewa atau kerja sama dengan penyelenggara mux. Misalnya ANTV, Metro TV atau MNC group untuk kita sewa di situ atau seperti apapun business dealnya. Kanal itu bisa kita isi dengan konten-konten yang kita create sendiri,” ujar Usman lagi.

Dilanjutkan Usman, di era digital sekarang ini, semua orang sudah bisa membuat konten di media sosial yang kemudian bisa dibagikan ke media atau ke publik secara umum tanpa harus menunggu jumpa pers atau menunggu konfirmasi. Kondisi ini menurutnya harus dimanfaatkan dengan baik oleh Humas. “Kita sudah bisa secara proaktif. Itu satu hal yang saya kira penting bagi kita. Karena digital apapun sifatnya medium. Tergantung kepada kita,” tutupnya.

Di sisi lain, Kepala Monumen Pers Nasional, Widodo Hastjaryo, menyampaikan apresiasinya terhadap kunjungan Kominfo ke Monumen Pers kali ini. Dikatakannya Monumen Pers Nasional merupakan UPT dari Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, sehingga bisa menjangkau lebih luas lagi dalam kaitan dengan stakeholder dari pusat maupun daerah. “Sejarah monumen pers begitu panjang, sehingga bangunan ini bisa merekan sejarah perjalanan pers di Indonesia,” kata Widodo.

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

KPI Siapkan 13 Inisiatif ESG pada 2023

Selasa, 29 November 2022 | 12:10 WIB

Tumben, Tiket KA Nataru Sepi Peminat, Kurang Laris

Senin, 28 November 2022 | 22:42 WIB

Yudo Margono akan Gantikan Andika Perkasa

Senin, 28 November 2022 | 18:55 WIB

Emil dan Golkar Miliki Relasi Saling Melengkapi

Senin, 28 November 2022 | 18:14 WIB

Kajati DKI, Reda Manthovani Hijaukan Jakarta Selatan

Senin, 28 November 2022 | 16:27 WIB

Komisi I DPR Dukung RKUHP Segera Tuntas

Senin, 28 November 2022 | 15:21 WIB

DPR Pastikan Terus Dukung Kemajuan Alutsista TNI

Senin, 28 November 2022 | 13:37 WIB
X