Semangat Voluntarisme Muhammadiyah Bisa Jadi Solusi bagi Negara dan Dunia.

- Kamis, 24 November 2022 | 13:57 WIB
Tangkapan layar Gelora Talk bertajuk Membedah Agenda Keumatan Muktamar Muhammadiyah ke-48. (Gelora Media Center)
Tangkapan layar Gelora Talk bertajuk Membedah Agenda Keumatan Muktamar Muhammadiyah ke-48. (Gelora Media Center)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Terpilihnya kembali Haedar Nashir dan Abdul Mu'ti sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah untuk periode kedua di dalam Muktamar ke-48, memiliki pesan kuat. Dimana ada model sosial yang ingin ditawarkan Muhammadiyah untuk Indonesia, sebagai negara muslim terbesar di dunia.

"Yakni semangat voluntarisme, yang bisa menjadi model sosial dalam mengintegrasikan sistem keagamaan ke dalam sistem kenegaraan," kata Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia Anis Matta dalam Gelora Talk bertajuk Membedah Agenda Keumatan Muktamar Muhammadiyah ke-48, kemarin.

Menurutnya, semangat itu bisa menjadi solusi bagi negara dan dunia. Dimana saat ini tengah mengalami krisis ideologi.

"Seluruh pemimpin dunia saat ini sedang mengalami krisis ideologi. Termasuk mereka yang tengah berperang di Ukraina seperti Presiden Rusia Vladimir Putin," ujarnya.

Demikian pula dengan Presiden China Xi Jinping, yang sekarang bicaranya sudah pada tataran filosofis. Sehingga tidak hanya bicara ekonomi, militer dan kebudayaan saja, tapi bicara tentang model sosial.

"Begitu juga dengan Putin, yang menyampaikan ide-ide yang filosofis, berbicara tentang akar perang saat ini. Saya berharap, organisasi massa (ormas) seperti Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU) bisa berperan untuk memberikan solusi bagi pemikiran dunia," tandasnya.

Krisis
Apalagi, dunia sedang menghadapi krisis global dan krisis ideologis. Sebab, konflik global berlarut saat ini, bisa mengubah peta ideologi dunia.

"Indonesia bisa menjadi pembeda dengan negara lainnya. Karena disini tidak hanya demokrasi, keadilan dan kesejahteraan yang bisa menyatu," tegasnya.

Tetapi juga bisa memberikan pemikiran keagamaan dan mengintegrasikannya ke dalam sistem kenegaraan. Dimana dilakukan secara terus menerus.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Tunjuk Laksamana Yudo, Alasan Jokowi Rotasi Matra

Selasa, 29 November 2022 | 18:51 WIB

KPI Siapkan 13 Inisiatif ESG pada 2023

Selasa, 29 November 2022 | 12:10 WIB

Tumben, Tiket KA Nataru Sepi Peminat, Kurang Laris

Senin, 28 November 2022 | 22:42 WIB

Yudo Margono akan Gantikan Andika Perkasa

Senin, 28 November 2022 | 18:55 WIB

Emil dan Golkar Miliki Relasi Saling Melengkapi

Senin, 28 November 2022 | 18:14 WIB

Kajati DKI, Reda Manthovani Hijaukan Jakarta Selatan

Senin, 28 November 2022 | 16:27 WIB

Komisi I DPR Dukung RKUHP Segera Tuntas

Senin, 28 November 2022 | 15:21 WIB

DPR Pastikan Terus Dukung Kemajuan Alutsista TNI

Senin, 28 November 2022 | 13:37 WIB
X