Kominfo, GNLD Siberkreasi dan Podkesmas Ajak Masyarakat Makassar Melek Literasi Digital

- Rabu, 30 November 2022 | 07:07 WIB
 (SM/Dok)
(SM/Dok)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menyelenggarakan kegiatan Festival Literasi Digital di Parking Lot Mall Phinisi Point, Makassar pada 19 November 2022 lalu.

Dalam talkshow ”Melek Literasi Digital: Menjadi Viral Tanpa Hilang Moral” para narasumber mengajak masyarakat Makassar untuk melek literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial sebaik-baiknya serta tidak hanya asal mengejar bisa viral.

Ketua Tim Literasi Digital Sektor Kelompok Masyarakat, Rizki Ameliah menyampaikan kita perlu mengingat bahwa menjadi viral tidak semuanya mengenai hal positif saja. Salah satu langkah paling nyata dalam mengedukasi masyarakat terkait viral disertai moral yaitu dengan mengadakan talkshow selama 30-60 menit.

"Metode ini dinilai sangat mampu memberikan pemahaman yang baik kepada audiens. Bisa saja dari sekian banyak audiens yang hadir saat talkshow nantinya akan menjadi influencer yang dapat membuat konten-konten positif," ujarnya.

Menurutnya, moral bisa disamakan dengan etika, ketika kita memasuki rumah orang lain maka sebaiknya memberi salam ataupun permisi. Sama halnya dengan membuat konten ataupun masuk ke konten orang lain.

"Kita sebaiknya tidak langsung berkomentar negatif atau semacamnya. Maka dari itu, etika yang kita tanam di dunia nyata seharusnya juga diterapkan didalam dunia maya," tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua PMI Kota Makassar, Syamsu Rizal mengajak masyarakat menanamkan budaya Makassar pada literasi digital yaitu Sipakatau, Sipakainge’ dan Sipakalebbi.

"Sipakatau yang berarti saling memanusiakan dalam kondisi apapun, sipakainge’ yang berarti saling mengingatkan dan sipakalebbi yang artinya saling menghargai satu sama lain," kata Syamsu.

Sebagai content creator, Podkesmas yakni, Omesh, Angga Nggok, Surya Insomnia, dan Imam Darto memberikan tips dan trik membuat konten yang menghibur tanpa menghilangkan moral.

"Dibalik konten yang menghibur, Podkesmas selalu menyelipkan pesan moral yang ingin selalu disampaikan kepada pendengarnya. Konten yang menghibur tetap harus mempunyai border atau batasan, bukan hanya berisi candaan yang tidak mempunyai edukasi," jelas Angga Nggok.

Angga mengungkapkan bahwa seringkali ditemui beberapa orang yang membuat konten diluar nalar yang hanya mengincar viral saja tanpa mementingkan pesan positifnya.

"Lebih baik kita membuat konten yang original dan mempunyai branding tersendiri atau be your self," tambah Imam Darto.

Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Mahyuddin, menyampaikan bahwa dunia digital merupakan dunia yang faktanya ada. “Mulutmu, Harimaumu” adalah peribahasa yang sesuai untuk menggambarkan situasi di media sosial.

"Konten yang dibuat bisa menjadi teman atau bahkan harimau yang dapat menerkam diri kita sendiri, sehingga kita harus bijak dalam membuat konten," kata Mahyuddin.

Selain talkshow, kegiatan ini juga diisi dengan aktivitas bersama komunitas, yaitu lomba motor lambat, live mural bersama Ritus street, workshop penulisan bersama Blogger Makassar, dan live sketching bersama Indonesia’s Sketcher Makassar.

Ada pula hiburan yang diisi oleh artis lokal dan nasional yaitu Armada band (Band Nasional), Stars and Rabbit (Band Nasional), Adhitia Sofyan (Penyanyi Nasional), Indra Frimawan (Komika), dan Kapal Udara (Band Lokal).***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

X