Bukan Cimandiri Picu Gempa Cianjur, Bidang Patahan yang Bergerak 12 x 8 Km antara Warung Kondang-Karang Tengah

- Jumat, 2 Desember 2022 | 15:59 WIB
Peta pusat gempa bumi Cianjur 2022 meliputi gempa utama dan gempa-gempa susulan, memperlihatkan bagian patahan yang bergerak atau rupture area (kotak biru)/ teks pvmbg (PVMBG-Badan Geologi)
Peta pusat gempa bumi Cianjur 2022 meliputi gempa utama dan gempa-gempa susulan, memperlihatkan bagian patahan yang bergerak atau rupture area (kotak biru)/ teks pvmbg (PVMBG-Badan Geologi)

BANDUNG, jakarta.suaramerdeka.com - Hasil kajian Tim Tanggap Darurat PVMBG - Badan Geologi menyimpulkan bahwa gempa darat 5,6 yang mengguncang Cianjur bukan berasal dari aktivitas sesar Cimandiri.

"Sesar penyebab gempa bumi Cianjur pada 21 November 2022 belum terdefinisikan dan masih memerlukan kajian lapangan lebih rinci," kata Kepala PVMBG, Hendra Gunawan dalam keterangannya, Jumat (2/12/2022).

Berdasarkan data sebaran pusat gempa, jelasnya, mekanisme fokal, morfologi, sebaran kerusakan, dan hasil Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR), diperkirakan garis sesar sumber gempa berorientasi barat baratdaya (WSW) - timur timurlaut (ENE), dengan mekanisme sesar geser mengiri dan mempunyai kemiringan bidang sesar (dip) ke arah selatan.

Dipaparkan, mengingat magnitudonya tidak terlalu besar, gempa tak menyebabkan pematahan yang menerus hingga permukaan (surface rupture). Meski demikian, bagian patahan yang bergerak (rupture area) dapat diperkirakan dari area tempat berkumpulnya episenter gempa utama dan gempa-gempa susulan.

Baca Juga: Korban Terdampak Lindu Cianjur Siap Dibuatkan Rumah Tahan Gempa

"Area ini memanjang dengan arah baratdaya – timurlaut, mulai dari Warungkondang hingga Karang Tengah, sepanjang kurang-lebih 12 Km dan lebar 8 Km," katanya.

Dengan membandingkan rupture area dengan lokasi kerusakan, nampak bahwa lokasi kerusakan paling parah berada di rupture area. Sementara daerah di luar rupture area mengalami guncangan dengan intensitas lebih kecil.

Lokasi kerusakan itu di antaranya di Kecamatan Cugenang intensitas mencapai VII-VIII MMI (Modified Mercalli Intensity) yang ditandai dengan kerusakan bangunan yang sangat masif terutama di Desa Gasol dan Sarampad. Selain Kecamatan Cugenang, kerusakan cukup parah dengan intensitas mencapai VII MMI juga terjadi di Kecamatan Cianjur, Warungkondang, dan Gekbrong.

Baca Juga: Lahan 16,5 Hektare Untuk Relokasi Korban Gempa, Warga Mulai Diminta Kembali ke Rumah

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Instruksi Jokowi, Stabilkan Harga Beras!

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:43 WIB

Perayaan Natal Kodam Jaya/Jayakarta Tahun 2022

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:27 WIB

Ke Pasar Beringharjo, Ibu Iriana: Ayo Borong

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:20 WIB

Penentuan Harga BBM Nonsubsidi Kewenangan Badan BBM

Selasa, 31 Januari 2023 | 05:25 WIB
X