Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran, Kawah Masih Tunjukan Anomali Thermal

- Minggu, 4 Desember 2022 | 11:17 WIB
 (pvmbg)
(pvmbg)

 

jakarta.suaramerdeka.com - Gunung Api Semeru (3.676 mdpl) di Kabupaten Lumajang dan Malang meluncurkan awan panas guguran beriring dengan letusan dari Kawah Jonggring Seloko pada Minggu (4/12/2022) Pukul 02.46 Wib.

Tinggi kolom letusan mencapai 1500 meter di atas puncak. Sumber awan panas guguran itu berasal dari tumpukan material di ujung lidah lava, yang berada sekitar 800 meter dari puncak.

Kejadian tersebut  berlangsung menerus dan hingga pukul 06.00 WIB jarak luncurnya telah mencapai 7 km dari puncak ke arah Besuk Kobokan. Tingkat aktivitas Semeru sendiri berada di level Siaga (III) sejak 16 Desember 2021.

Energi letusan diperkirakan masih akan bergulir. Pasalnya, pemantauan area panas (hotspot) menunjukkan peningkatan adanya anomali thermal menjadi 15 Mw di sekitar area kawah yang mengindikasikan masih adanya tumpukan material panas pada kawah Gunungapi Semeru.

Baca Juga: Gempa 6,4 Garut, BNPB Sebut Ada Warga yang Terluka

"Selain itu, pemantauan deformasi masih menunjukkan terjadinya inflasi atau peningkatan tekanan yang menunjukkan masih terjadinya proses suplai magma ke dalam kantong magma maupun ke permukaan," tandas Kepala PVMBG, Hendra Gunawan dalam keterangannya.

Dalam kaitan itu, PVMBG mengeluarkan arahan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai, sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak. 

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertagas Berikan Pelatihan Pembuatan baglog di Medan

Jumat, 27 Januari 2023 | 02:23 WIB

Jelang Pemilu 2024, KIB Harus Semakin Solid

Kamis, 26 Januari 2023 | 17:54 WIB

Ini Langkah Pemerintah Sehingga Mampu Tangani Pandemi

Kamis, 26 Januari 2023 | 14:20 WIB
X