Pengamat Komunikasi : Apresiasi Pernyataan Sikap Khittah Ulama Nahdliyyin

- Rabu, 7 Desember 2022 | 06:17 WIB
Pengamat Komunikasi Unas Irfan Fauzi Arif (budi nugraha)
Pengamat Komunikasi Unas Irfan Fauzi Arif (budi nugraha)

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com.-

Irfan Fauzi Arief, Pengamat Komunikasi Politik dari Univ Nasional, mengapresiasi Pernyataan Sikap Khithah Ulama Nahdliyyin (KUN) Tentang Berbagai Persoalan Agama, Bangsa & Negara (Radikalisme, Moderasi Beragama, Politik Identitas, Liberalisasi Konstitusi & Era Digital).

“Indonesia ini lahir dari rahim kemajemukan, didalamnya terdapat lebih dari 1.331 suku, 652 bahasa, 5 agama dan beraneka ragam adat budaya yang satu sama lain memiliki kearifan lokal yg menjadi identitas dan ciri khas masing-masing”.

Pun sejak zaman awal kemerdekaan, narasi primordialisme tentang kaum pribumi yang terjajah dan harus bangkit melawan penjajah, adalah bagian dari politik identitas yang digaungkan para pejuang kita. Karenanya adanya Organisasi Massa yang didasarkan pada adat, budaya, daerah, dan pemahaman agama, sesungguhnya adalah sesuatu yang niscaya bagi bangsa besar ini dan tidak harus dikonotasikan negatif.

Karenanya kita perlu segera menyudahi narasi negatif yang menyempitkan makna dan terminologi dari Politik Identitas. “ Jangan sampai bangsa ini terbelah hanya karena kepentingan politik sesaat sekelompok orang yang ingin berkuasa dengan cara mengkampanyekan narasi negatif tentang politik identitas yang dilekatkan pada agama dan kelompok tertentu” imbuh irfan.

Baca Juga: Kelola Sampah Elektronik, UNPAR Gandeng Rekosistem Sediakan Kubika Nawasena

Demikian dikatakan Irfan Fauzi Arief tersebut menanggapi pernyataan Sikap Khithah Ulama Nahdliyyin Tentang Berbagai Persoalan Agama, Bangsa & Negara(Radikalisme, Moderasi Beragama, Politik Identitas, Liberalisasi Konstitusi & Era Digital).


Dalam pernyataannya, Khittah Ulama Nahdliyyin mengungkapkan berbagai Persoalan agama, bangsa & negara yang muncul ke permukaan dalam kehidupan di negeri mayoritas muslim terbesar dan alamnya gemah ripah loh jinawi ini antara lain ,


Pertama,
Framing Narasi kampanye radikalisme yang cenderung menyudutkan umat Islam dan ajaran Islam terutama menjelang tahun politik menuju hajatan nasional 2024

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pertagas Berikan Pelatihan Pembuatan baglog di Medan

Jumat, 27 Januari 2023 | 02:23 WIB

Jelang Pemilu 2024, KIB Harus Semakin Solid

Kamis, 26 Januari 2023 | 17:54 WIB

Ini Langkah Pemerintah Sehingga Mampu Tangani Pandemi

Kamis, 26 Januari 2023 | 14:20 WIB
X