Sebelum Ledakan,Pelaku Sempat Memaksa Masuk ke Mapolsek Astana Anyar

- Rabu, 7 Desember 2022 | 12:40 WIB

BANDUNG, jakarta suaramerdeka.com - Pelaku serangan bom bunuh diri ke Mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung sempat memaksa masuk pada saat para anggota Polri itu melakukan apel pagi, Rabu (7/12/2022) sekitar Pukul 08.00 Wib.

Melihat gelagat tersebut, sejumlah anggota menahannya untuk tak mendekat. Sejurus kemudian, pelaku mengeluarkan pisau yang diikuti suara ledakan.

Salah satu anggota yang menahan gerak pelaku kemungkinan adalah Aiptu Sofyan. Akibat terkena serpihan paku dan paku payung yang menjadi bahan bom tersebut, dia meninggal.

"Ledakan di dalam Mapolsek saat anggota apel pagi. Pelaku memaksa untuk mendekati anggota, sempat ditahan, tapi pelaku mengacungkan pisau, tiba-tiba ada ledakan, " kata Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Baca Juga: Polisi Olah TKP Ledakan Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astana Anyar, Korban Jiwa Satu Anggota yang Bertugas

Total korban dalam kejadian serangan bunuh diri itu sebanyak 11 orang. Dari jumlah tersebut, sepuluh di antaranya polisi dan satu warga yang melintas di depan Mapolsek atas nama Nurhasanah.

Petugas sendiri tengah melakukan olah TKP. Sebelumnya, Tim Gegana mensterilkan Mapolsek dari kemungkinan masih adanya bahan peledak yang ditinggalkan pelaku.

Olah TKP itu di antaranya melakukan pemeriksaan jenazah pelaku yang masih berada di sekitar Mapolsek. Polisi mengaku sudah mengantongi data pelaku sehingga akan mencocokannya dengan temuan di lapangan.

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X