Pelaku Bom Bunuh Diri Mapolsek Astana Anyar Baru Bebas Setahun Usai Jalani Hukuman di Nusa Kambangan

- Rabu, 7 Desember 2022 | 15:21 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (dwiy)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (dwiy)

BANDUNG, jakarta.suaramerdeka.com - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pelaku serangan bom bunuh diri ke Mapolsek Astana Anyar merupakan eks napi kasus terorisme. Pelaku sendiri tewas akibat ledakan bom yang dibawanya.

"Pelaku adalah Agus Jarno, atau biasa dikenal Agus muslim, yang bersangkutan pernah ditangkap karena peristiwa bom Cicendo dan sempat dihukum 4 tahun sebelum pada September 2021 yang bersangkutan bebas," katanya usai mengecek TKP, Rabu (7/12/2022).

Akibat serangan bom bunuh diri itu pada Pukul 08.00, satu personil Polsek meninggal dunia atas nama Aiptu Sofyan. Sementara sembilan anggota lainnya mengalami luka-luka. Satu warga sipil, Nurhasanah juga terluka.

Serangan bom bunuh diri itu dilakukan pada saat sebelas personil kepolisian itu melakukan apel pagi. Pelaku membawa dua paket bom yang dilekatkan di bagian tubuhnya. Satu bom meledak sementara satu bom lainnya tak meledak dan justru terlempar ke ruangan Mapolsek.

Baca Juga: Motor Pelaku Bom Bunuh Diri Mapolsek Astana Anyar Berplat AD

Listyo Sigit menjelaskan bahwa pihaknya menyimpulkan Agus Jarno sebagai pelaku berdasarkan data sidik jari dan face recognition yang dilakukan. Dia pun menyebut pelaku tergabung ke dalam jaringan terorisme.

"Pelaku terafiliasi dengan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) Bandung, JAD Jabar," kata perwira tinggi bintang empat itu.

Dijelaskan, pelaku menjalani hukumannya dengan ditempatkan di Lapas Nusakambangan. Meski demikian, Listyo sempat menyinggung profil pelaku yang disebutnya masuk daftar merah.

Baca Juga: Sebelum Ledakan,Pelaku Sempat Memaksa Masuk ke Mapolsek Astana Anyar

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Adaptasi Kebiasaan Baru Dunia Digital

Rabu, 8 Februari 2023 | 21:43 WIB
X