Semeru Awas Berakhir, PVMBG Turunkan Level Aktivitas Ke Siaga

- Jumat, 9 Desember 2022 | 13:59 WIB
Jembatan Gladak Perak yang tengah dibangun kembali karena efek erupsi tahun lalu, rusak terhantam awan panas guguran Semeru pada Minggu (4/12/2022) (PVMBG-BG)
Jembatan Gladak Perak yang tengah dibangun kembali karena efek erupsi tahun lalu, rusak terhantam awan panas guguran Semeru pada Minggu (4/12/2022) (PVMBG-BG)

BANDUNG, jakarta.suaramerdeka.com - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menurunkan status Awas aktivitas vulkanik Gunung Semeru (3.676 mdpl) ke level Siaga terhitung Jumat (9/12/2022) siang.

Menurut Kepala PVMBG, Hendra Gunawan, langkah tersebut dilakukan menyusul terjadinya penurunan aktivitas vulkanik gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu dalam lima hari terakhir.

Level tertinggi Awas sendiri diberlakukan begitu Semeru meletus kuat pada Minggu (4/12/2022). "Merujuk kepada karakteristik erupsi Semeru, potensi ancaman bahaya, hasil pemantauan visual dan kegempaan, tingkat aktivitas Semeru diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga) terhitung sejak tanggal 9 Desember 2022 pukul 12.00
WIB," katanya dalam keterangannya.

Hendra menyebut bahwa dari hasil pengamatan visual memang masih menunjukkan terjadinya aktivitas letusan dari gunung api di perbatasan Lumajang dan Malang itu.

Baca Juga: Semeru Didominasi Letusan-letusan Kecil

Mekanisme tersebut membuat tumpukan material letusan (pyroclastic cone) atau pun lidah lava. Teramati pula asap kawah berwarna putih bertekanan lemah dengan intensitas tipis hingga sedang dengan tinggi 500 meter di atas puncak.

Hanya saja, berdasarkan hasil pengamatan sejak 4 Desember 2022 memperlihatkan tidak adanya gejala peningkatan kegiatan yang cukup signifikan menuju awan panas guguran yang cukup besar. "Diduga perlu waktu
untuk mengakumulasi material letusan menjadi sumber APG yang melebihi 7 Km," jelasnya.

Selain itu, citra thermal yang mengindikasikan terdapat penumpukan material pijar di sekitar permukaan kawah mengindikasikan anomali yang menurun periode 4 Desember 2022 – 9 Desember 2022.

Baca Juga: Semeru Tak Terpengaruh Gempa 6,2 Jember, Tapi Awas Bahaya Sekunder

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pos Indonesia Bantu Program ATM Beras

Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:30 WIB
X