Kesepakatan KTT G20 Perlu akan Kesadaran dan Peduli Gunakan Emisi Zero Carbon

- Sabtu, 10 Desember 2022 | 10:05 WIB
CEO of Rima Ginanjar Architects, Rima Ginanjar (SM/Dok)
CEO of Rima Ginanjar Architects, Rima Ginanjar (SM/Dok)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Indonesia menaikkan target pengurangan emisi karbon menjadi 31,9 persen di tahun 2030, yang sebelumnya hanya 29 persen untuk mendukung target Internasional. Dengan target ini, artinya semua pemimpin dari pemerintahan, BUMN, dan swasta perlu memiliki misi yang sama.

Edukasi dan penyuluhan mengenai dampak perubahan iklim dan pentingnya zero carbon untuk kesehatan dan hidup yang lebih baik menjadi penting. Dengan bangunan menyumbang pengeluaran karbon dunia sebanyak 40 persen, bahkan mengalahkan transportasi seperti mobil, pembangunan perlu atensi media dan pemerintah lebih banyak agar bangunan zero carbon atau nol emisi dapat dicapai.

CEO of Rima Ginanjar Architects, Rima Ginanjar menyoroti hasil kesepakatan para pemimpin dunia di KTT G20 terhadap isu perubahan iklim, perlu adanya ditingkatkannya akan kesadaran para arsitek untuk bisa bersinergi pada seluruh pihak dan lebih peduli menggunakan bahan bangunan emisi zero carbon untuk membantu visi dan misi pemerintah untuk menekan tingginya emisi karbon di Indonesia.

"Menanggapi hasil kesepakatan KTT G20 kemarin, saya mempunyai target dan visi Indonesia Zero Carbon by 2045. Karena penyumbang karbon terbesar adalah bangunan, saya sebagai seorang arsitek menyadari bahwa pentingnya untuk memfokuskan Rima Ginanjar Achitects untuk mendesain bangunan-bangunan low-zero carbon," ujarnya melalui keterangan tertulis pada Sabtu, 10 Desember 2022.

Karena, lanjut Rima, tanpa bantuan arsitek yang peduli terhadap climate change dan zero carbon, Indonesia tidak mungkin dapat mencapai targetnya.

Rima Ginanjar menambahkan, perlu adanya langkah kongkrit  yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui kebijakan-kebijakan penting dengan dampak nyata untuk segera mengatasi perubahan iklim.

"Salah satu langkah kongkrit yang bisa dilakukan pemerintah adalah pengurangan pajak bangunan zero carbon dan memberikan kemudahan untuk memasang solar panel dari skala rumahan hingga skala besar," tambahnya.

Rima Ginanjar juga berharap kepada pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mendukung menekan emisi karbon dan memberikan banyak insentif agar mendorong terciptanya percepatan terhadap penggunaan zero carbon.

"Seperti halnya mobil listrik yang sudah mulai banyak insentif atau pengurangan pajak dari pemerintah, bangunan belum mendapat atensi dan benefit yang sama layaknya transportasi," terangnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Instruksi Jokowi, Stabilkan Harga Beras!

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:43 WIB

Perayaan Natal Kodam Jaya/Jayakarta Tahun 2022

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:27 WIB

Ke Pasar Beringharjo, Ibu Iriana: Ayo Borong

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:20 WIB

Penentuan Harga BBM Nonsubsidi Kewenangan Badan BBM

Selasa, 31 Januari 2023 | 05:25 WIB
X