Tarif PDAM Naik Ugal-ugalan, Jadi Biang Inflasi, Pemkot Bandung Pun Pilih Tinjau Ulang

- Selasa, 24 Januari 2023 | 15:14 WIB
Walikota Bandung, Yana Mulyana (Diskominfo Kota Bandung)
Walikota Bandung, Yana Mulyana (Diskominfo Kota Bandung)

BANDUNG, jakarta.suaramerdeka.com - Tak lama setelah disentil Presiden Jokowi soal kenaikan tarif PDAM yang memicu inflasi, Pemerintah Kota Bandung bakal meninjau ulang aturan Penyesuaian Tarif Pelayanan Air Minum dan Air Limbah yang mengalami penyesuaian pada pembayaran Desember 2022.

Di "Kota Kembang", kenaikan tarif yang diberlakukan BUMD itu cenderung ugal-ugalan. Besaran kenaikannya seperti dikeluhkan warga bisa mencapai 300 persen. Kebijakan kenaikan itu juga disertai nada gugatan dan kekecewaan terutama di sosmed, atas pelayanan selama ini.

Kepastian peninjauan tarif PDAM itu disampaikan Wali Kota Bandung Yana Mulyana pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Inflasi secara virtual di Balai Kota Bandung, Selasa (24/1/2023).

Untuk itu, Yana menyebut akan mengeluarkan Keputusan Wali Kota Bandung (Kepwal) penundaan penyesuaian tarif Tarif Pelayanan Air Minum dan Air Limbah.

Baca Juga: Kendaraan Listrik, Kearifan Lokal Bertransportasi Masyarakat Asmat

"Dalam waktu dekat kami menyiapkan kepwal penundaan tarif," katanya seperti dikutip dari siaran pers Pemkot Bandung.

Dijelaskan, penyesuaian tarif pelayanan air minum tersebut menyumbang inflasi tertinggi pada Desember 2022 di Kota Bandung sebanyak 1,77 persen. Pada tahun 2022, inflasi di Kota Bandung mencapai 7,54 persen.

Gegara inflasi pula, Yana Mulyana sebelumnya sudah mengambil kebijakan serupa terhadap kebijakan kenaikan tarif lainnya yakni peraturan penyesuaian tarif parkir luar badan jalan atau off street yang juga ditinjau ulang.

Baca Juga: Netizen Serbu Instagram Klub Belgia Beerschot Yang Dirumorkan Tertarik Rekrut Marselino Ferdinan

“Kita luruskan dulu, penyesuaian tarif ini untuk yang off street. Off street itu lahan parkir yang dikelola oleh pihak swasta dan mereka biasanya berinvestasi di sana. Tadinya harapan kami dengan penyesuaian off street di lahan milik swasta, semakin banyak gedung parkir yang dibangun. Sehingga ada kelayakan dari nilai ekonomis. Semoga bisa juga mengurangi jumlah parkir di badan jalan,” jelasnya.

Namun, dalam perkembangannya, kebijakan tersebut berpotensi menjadi salah satu penyumbang kenaikan inflasi di Kota Bandung, sehingga hasil kajiannya diputuskan untuk menunda penyesuaian tarif parkir off street.

Meski sebenarnya, Pemkot Bandung telah menerapkan batas bawah parkir sebesar Rp4.000 dan batas atas parkir yakni Rp7.000. “Kemarin karena menjadi salah satu penyumbang inflasi yang tinggi juga di Kota Bandung, akhirnya hasil kajian ini kita tunda," katanya dalam keterangannya.

Baca Juga: Mengasyiki Puncak Segoro, Ngeri-ngeri Sedap Bro

Selain tarif air minum, beberapa komoditas penyumbang inflasi bulanan di Kota Bandung adalah bawang merah, tahu mentah, beras, dan cabai merah. Khusus kebutuhan pangan, pihaknya bakal melakukan operasi pasar dan monitoring harga berbagai komoditas setiap minggu pada pasar tradisional dan pasar modern serta berkoordinasi dan komunikasi dengan para distributor pangan.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Apresiasi Gelaran BNI Java Jazz 2023

Senin, 5 Juni 2023 | 16:54 WIB
X