Empat Provinsi Dijagokan Juarai Laga Eksebisi Modern Pentathlon di PON Papua, Jateng Tak Termasuk

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 16:26 WIB
Sejumlah atlet modern pentathlon melakukan uji venue di Yonif 751 Sentani, Jayapura, Kamis, 7 Oktober 2021 (Suaramerdeka/istimewa)
Sejumlah atlet modern pentathlon melakukan uji venue di Yonif 751 Sentani, Jayapura, Kamis, 7 Oktober 2021 (Suaramerdeka/istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com- Sebanyak 34 atlet modern pentathlon dari delapan provinsi bakal bertarung pada laga eksebisi Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua di Yonif 751 Sentani, Jayapura, 8-9 Oktober 2021.

Mereka akan memperebutkan enam medali emas dari nomor triathle putra dan putri, laser run putra dan putri, mix relay triathle dan mix relay laser run.
 
Adapun delapan provinsi yang mengirimkan atletnya adalah tuan rumah Papua, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, Riau dan Sulsel.
 
 
Ketua Umum Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (PP MPI) Anthony Sunarjo mengatakan, para atlet peraih medali pada SEA Games 2019 tak boleh dikirim mengikuti perlombaan. Mereka hanya diperbantukan di kepanitiaan.
 
"Yang boleh main atlet level dua karena kita mencari talenta baru sekaligus untuk dipersiapkan Asian Games di China tahun depan," ujar Anthony pada Webinar di Media Center Jakarta untuk PON Papua, Kamis, 7 Oktober 2021.
 
Mengenai peta kekuatan delapan provinsi yang mengirim atlet, menurut Delegasi Teknik MPI Glenn Clifton, empat daerah telah melakukan persiapan yang cukup maksimal, masing-masing DKI Jakarta, Sulsel, Jabar dan Jatim.
 
 
Glenn menjelaskan, Sulsel disebut sebagai salah satu kandidat terkuat karena diperkuat atlet Asian Games 2018. Namun, bisa saja kekuatannya tereduksi mengingat sudah dua tahun tak ada event akibat pandemi Covid-19.
 
"Untuk DKI Jakarta juga turun dengan kekuatan penuh. Mereka ditangani oleh pelatih timnas. Lalu, Jawa Timur ada atlet SEA Games, begitu juga Jawa Barat. Jawa Barat ditangani oleh peraih emas SEA Games 2019 Muhamad Taufik. Jadi mereka menguasai program dan seluk beluk latihan," tutur Glenn. 
 
Modern pentathlon sendiri merupakan gabungan dari lima disiplin olahraga, yaitu menembak, lari, renang, anggar dan berkuda. Namun pada eksibisi PON Papua kali ini, hanya tiga disiplin yang dilombakan, yakni renang, menembak dan lari.
 
Menurut Glenn, ada sejumlah alasan kenapa hanya menggelar tiga disiplin olahraga saja, pertama karena ini levelnya PON atau nasional.
 
 
"Selain itu, untuk menggelar perlombaan anggar dan berkuda biayanya sangat besar. Karena yang wajib untuk memperlombakan lima disiplin cabor hanya kejuaraan multievent level Asian Games ke atas," jelasnya.
 
Sekjen PP MPI Castor J. Tindage menambahkan, sehari sebelum perlombaan digelar, para atlet dipersilakan untuk menguji venue yang telah dipersiapkan di area Yonif 751 Sentani. 
 
"Sejauh ini belum ada hambatan yang berarti karena semua sudah dipersiapkan dengan dibantu pihak Batalyon," ujar Glenn. ***
 

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SCUA Award 2023, Puluhan Siswa Dapat Penghargaan

Senin, 6 Februari 2023 | 00:31 WIB

Piala Davis, Indonesia dan Vietnam Sama-sama Kuat

Sabtu, 4 Februari 2023 | 19:22 WIB

Final Road to UFC : Jeka Saragih vs Anshul Jubli

Sabtu, 4 Februari 2023 | 16:14 WIB

Berharap Tim Davis Indonesia Bertahan di Grup II Dunia

Selasa, 31 Januari 2023 | 18:36 WIB

Jonatan Christie Berjaya di Indonesia Masters 2023

Minggu, 29 Januari 2023 | 22:05 WIB
X