Asrorun Niam: PON Momentum Bangun Umat Sadar Olahraga

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 08:40 WIB
Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh dalam khutbah Jumat di Masjid Raya Baiturrahim Jayapura Papua, Jumat, 8 Oktober 2021. (Suaramerdeka/istimewa)
Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh dalam khutbah Jumat di Masjid Raya Baiturrahim Jayapura Papua, Jumat, 8 Oktober 2021. (Suaramerdeka/istimewa)

JAYAPURA, suaramedeka-jakarta.com- Pekan Olahraga Nasional atau PON Papua bukan sekadar event keolahragaan semata, tetapi ini manifestasi dari sunnah yang diajarkan oleh Nabi untuk menjaga kesehatan dan mewujudkan nilai-nilai kejujuran, sportifitas, kesetaraan, dan persaudaraan.

"Bagi umat Islam, PON ini adalah momentum untuk membangun kesadaran bahwa olahraga juga bagian dari tuntunan agama dalam rangka menjaga kesehatan. Dengan fisik sehat maka kita bisa lebih optimal dalam melakukan amal ibadah", ujar Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh dalam khutbah Jumat di Masjid Raya Baiturrahim Jayapura Papua, Jumat, 8 Oktober 2021.

Sebagai wujud kesyukuran atas nikmat sehat yang kita peroleh, kata Niam, maka harus ada upaya untuk menjaga dan melestarikan kesehatan, salah satunya dengan olahraga.

Baca Juga: Bom Bunuh Diri Sasar Masjid Syiah, Kelompok ISIS Klaim Bertanggung Jawab

"Nabi tidak hanya memberi arahan dalam kata, tetapi beliau meneladankan dalam aktifitas guna menjaga kesehatan, menjaga konsumsi secara seimbang, dan berolahraga," jelasnya.

"Beliau lari bersama istrinya Aisyah. Beliau juga lomba ketangkasan berkuda dengan sahabatnya, dan beberapa jenis olahraga lainnya. Olahraga melahirkan kebugaran dan kebugaran akan menggiatkan aktifitas ibadah," imbuh akademisi yang juga Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora ini.

PON Papua kali ini, ujarnya, juga sebagai momentum pembelajaran nyata arti penting persaudaraan di tengah perbedaan.

"Kita hadir dari 34 provinsi, dari suku dan daerah yang beragam, warna kulit berbeda, agama dan bahasa yang berbeda-beda. Semuanya itu tidak menjadi pemisah dan penyekat. Perbedaan ini untuk saling mengenal dan menguatkan. Perbedaan fisik tidak menjadikan seseorang lebih unggul atas yang lain, kecuali atas ketakwaan, prestasi dan kemanfaatan yang didarmakan," ungkapnya.

Baca Juga: Bentuk Tim Pembela Akidah untuk Kasus Napoleon, Langkah Ahmad Yani Dipertanyakan

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tak Konsisten, Gregoria Takluk dari Wakil China

Jumat, 27 Januari 2023 | 21:09 WIB

Gelar Bidding Pra PON, PP Perbasi Surati Pengprov

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:29 WIB
X