Tanpa Lester Prosper, Timnas Basket Indonesia Kurang Greget Saat Lawan Lebanon

- Minggu, 5 Desember 2021 | 19:38 WIB
Skuad basket Indonesia saat berlaga lawan Lebanon pada Kualifikasi Piala Dunia FIBA 2023 (Foto: FIBA)
Skuad basket Indonesia saat berlaga lawan Lebanon pada Kualifikasi Piala Dunia FIBA 2023 (Foto: FIBA)

 
JAKARTA- Timnas bola basket Indonesia menuai hasil negatif pada dua laga Kualifikasi Piala Dunia FIBA 2023 window pertama lawan Lebanon. 
 
Pada pertemuan pertama di Zouk Mikael Arena, Lebanon, 27 November 2021, Indonesia takluk dengan skor 38-96 dan pertemuan kedua, 29 November 2021, kalah 64-110.
 
Hasil ini membuat Indonesia berada di posisi keempat Grup C dengan poin 2. Sementara Lebanon melejit di puncak klasemen dengan empat angka. Sedangkan Arab Saudi dan Jordania berada di urutan kedua dan ketiga dengan masing-masing raihan 3 poin. 
 
 
Kekalahan telak Indonesia tak lepas dari absennya dua pilar Lester Prosper dan Arki Dikania Wisnu yang  dinyatakan positif Covid-19.
 
Arki Dikania Wisnu yang sebelum keberangkatan ke Lebanon dinyatakan positif berdasarkan hasil test usap PCR, sehingga tidak dapat berangkat ke Lebanon.
 
Sementara Lester Prosper, dinyatakan positif saat kedatangan di Lebanon. Absennya Lester membuat timnas kurang bisa membendung serangan di bawah ring pemain Lebanon. 
 
 
Manajer timnas bola basket Indonesia Maulana Fareza Tamrella menyatakan, Lester terkena Covid-19 jelang pertandingan melawan Lebanon.
 
Sebelumnya, Lester dinyatakan negatif Covid 19 saat tes usap akan terbang dari Amerika Serikat ke Lebanon. 
 
Kemudian saat tiba di Lebanon dinyatakan positif. Untuk memastikan kondisi Lester Prosper, ia dites usap lagi di laboratorium rekomendasi FIBA dan di kedutaan. Hasilnya negatif. Sesuai regulasi WHO juga protokol kesehatan FIBA bahwa diperlukan satu kali tes negatif agar pemain yang bersangkutan bisa bertanding.
 
"Namun saat dites lagi jelang pertandingan, Lester dinyatakan positif. Hingga akhirnya dia tidak bisa dimainkan untuk pertandingan pertama melawan Lebanon," terang Maulana Fareza Tamrella, Minggu, 5 Desember 2021.
 
 
Untuk pertandingan kedua, permasalahan yang sama kembali muncul atas Lester sehingga tidak bisa membela Indonesia.
 
Dikarenakan hasil tes PCR terakhir Lester dinyatakan positif, maka untuk pertandingan kedua, Lester kembali harus melakukan dua kali tes PCR dan harus menunjukkan hasil negatif. 
 
Tak adanya Lester Prosper membuat Indonesia tak berkutik di tangan Lebanon.
 
Kini, skuad Indonesia akan kembali bersiap menatap window kedua melawan Arab Saudi dan Yordania pada Februari 2022. 
 
 
Mengenai program training center (TC) di Amerika Serikat, Fareza Tamrella menyebut negara itu dipilih karena menyesuaikan kebutuhan dalam persiapan melawan Lebanon pada 27 dan 29 November 2021. 
 
TC di Las Vegas, AS, dilakukan sejak 6 November hingga waktu pemberangkatan ke Lebanon pada 22 November. 
 
Di sana, timnas bekerja sama dengan Impact Basketball. Impact Basketball inilah yang memfasilitasi timnas uji tanding selama di Las Vegas. 
 
Kepentingan timnas dalam uji tanding terpenuhi dengan didatangkan lawan tim dengan materi pemain G-League dan mantan NBA Allstar DeMarcus Cousins. 
 
Melawan Lebanon memang pemain timnas butuh pertandingan pemanasan yang lebih ke fisik.***
 
 
 
 

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IBL 2022: Indonesia Patriots Dibekuk Bali United

Minggu, 16 Januari 2022 | 21:59 WIB
X