Ketua ISORI Syahrial Bakhtiar: Orang yang Komentari Bonus Piala Thomas Harus Paham Aturan

- Sabtu, 11 Desember 2021 | 22:50 WIB
Ketua Ikatan Sarjana Olahraga Republik Indonesia (ISORI), Prof Syahrial Bakhtiar. (Foto: Dok.pribadi)
Ketua Ikatan Sarjana Olahraga Republik Indonesia (ISORI), Prof Syahrial Bakhtiar. (Foto: Dok.pribadi)

Perlu diketahui, kata Syahrial, Peraturan Menteri (Permen) Nomor 1684 tahun 2015 tentang Persyaratan Pemberian Penghargaan Olahraga kepada Olahragawan, Pembina Olahraga, Tenaga Keolahragaan, dan Organisasi Olahraga diatur bahwa pemerintah akan memberikan bonus berupa uang atau barang bagi olahragawan yang memenuhi persyaratan.

Untuk persyaratan yang dimaksud adalah meraih medali pada ajang multi event seperti SEA Games, ASEAN Para Games, Asian Games, Asian Para Games, Olimpiade dan Paralimpiade.

Serta menjadi juara pada ajang Islamic Solidarity Games atau Asian Beach Games. 

Aturan Permen Nomor 1684 tersebut memang belum mengatur secara spesifik kejuaraan single event yang masuk dalam kategori pemberian bonus pemerintah. 

Baca Juga: Pelatih Malaysia: Sejak Jadi Pemain Sampai Pelatih, Lawan Indonesia Tidak Pernah Ada Menangnya

 "Pak Menpora Amali itu sangat memahami tentang aturan. Dan, beliau tidak sembarangan dalam mengeluarkan bonus yang tidak ada dalam Peraturan Pemerintah. Kalaupun ada kebijakan untuk memberikan bonus di luar aturan tersebut ada mekanisme yang harus dilalui. Karena, Piala Thomas itu tidak ada dalam nomenklatur maka pengajuannya harus melalui Dirjen Keuangan sehingga tidak terjadi pelanggaran. Ini yang harus dipahami dan tidak langsung menjudgenya negatif," ungkapnya.

"Pak Menpora Amali itu sangat komit dalam memberikan bonus terhadap atlet beprestasi sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah. Contohnya, lifter angkat besi putri, Citra Febrianti yang dinyatakan meraih perak di Olimpiade London 2012 karena dua lifter diatasnya dinyatakan positif doping diberikan bonus. Citra menerima bonus sebesar Rp 400 juta dari Kemenpora yang langsung diserahkan pak Menpora Amali pada tanggal 21 Desember 2020. Padahal, Olimpiade London itu sudah delapan tahun berlalu," jelasnya.

Menurut Syahrial, di era kepemimpinan Menpora Amali telah lahir Desan Besar Olahraga Nasional (DBON) yang ditandatangangi Presiden Jokowi melalui Peraturan Presiden (Perpres) No 86/2021.

Baca Juga: Cerita Mengharukan Anak Sopir Truk yang Sukses Meraih Emas Usai Tumbangkan Atlet Pelatnas Wushu

Dalam DBON, katanya, ekosistem olahraga dibangun secara bersamaan, Olahraga Masyarakat/Rekreasi, Olahraga Pendidikan, Olahraga Prestasi dan Industri Olahraga serta Olahraga Pariwisata. 

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berharap Tim Davis Indonesia Bertahan di Grup II Dunia

Selasa, 31 Januari 2023 | 18:36 WIB

Jonatan Christie Berjaya di Indonesia Masters 2023

Minggu, 29 Januari 2023 | 22:05 WIB
X