Pemilihan Ketua KONI Jabar Momentum, Figur yang Paham Olahraga Harus Jadi Acuan

- Rabu, 21 Desember 2022 | 21:28 WIB
Koni Jabar
Koni Jabar

BANDUNG, jakarta.suaramerdeka.com - Hajatan pemilihan Ketua KONI Jawa Barat periode 2022-2026 harus bisa menjadi momentum terutama dalam menjaga marwah organisasi. Figur yang memimpin memang sosok yang benar-benar mengerti dan menggeluti pembinaan atlet.

"Pihak yang tidak berkompeten di olahraga, sebaiknya minggir saja," kata mantan ketua KONI Jawa Barat, Eka Santosa merespon gelaran musyawarah olahraga provinsi (musorprov) KONI Jawa Barat pada 22-23 Desember di Bandung, yang salah satu agendanya memilih ketua, dalam keterangannya, Rabu (21/12/2022).

Menurut Eka, saat ini marwah KONI harus dikembalikan sebagai organisasi yang fokus membina atlet dan tak disibukan urusan lain. Hal ini penting supaya pengurus fokus membina atlet sehingga berdampak terhadap prestasi.

Sebagai mantan Ketua KONI Jabar, Eka merasa khawatir dengan kondisi saat ini yang cenderung tak fokus. Eka mengingatkan bahwa pembangunan sarana olahraga merupakan tugas pemerintah.

Baca Juga: Pemilihan Ketua KONI Jabar Jangan Sampao Diwarnai Politik Uang dan Tekanan

"Biarkan itu tugas pemerintah, KONI fokus membina atlet saja. Kalau ada kebutuhan sarana, lapor ke Dispora (dinas pemuda dan olahraga)," katanya.

Eka pun berharap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bisa memberikan atensi dalam terbentuknya pengurus KONI yang ideal. Terlebih, peran pemerintah tak bisa ditinggalkan guna memastikan ketersediaan sarana olahraga yang dibutuhkan.

"Gubernur juga mesti bertanggungjawab dalam pembinaan atlet. Harus bisa menyiapkan sarana, dan ikut serta menjaga pemilihan ketua KONI agar terbebas dari jual beli suara," tegasnya.

Baca Juga: Daud Achmad Disebut Punya Modal Mumpuni Untuk Pimpin KONI Jabar

Ke depan, Eka Santosa juga meminta kepengurusan di KONI Jawa Barat yang baru jangan terlalu gemuk. Sebagai organisasi, jelasnya, KONI hanya mengkoordinasikan pembinaan dengan pengurus cabang olahraga (cabor).

"KONI berperan sebagai koordinator. Untuk prestasi dan pembinaan ini, perangkatnya tidak harus terlalu gemuk. Cukup dengan ketua, wakil ketua, bidang, dan OKK. Tidak perlu ada ketua harian," tegasnya.

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X