Ronaldo Sedang Jadi Manusia

- Senin, 25 Oktober 2021 | 15:12 WIB
Ronaldo Menyepak Curtis Jones (Istimewa)
Ronaldo Menyepak Curtis Jones (Istimewa)

Tapi tidak mengapa. Manusia tetap manusia. Jangan diolok-olok Ronaldo. Saksikan saja. Ikut ngrasain aja. Mesakke. Kasian. Mungkin Ronaldo sedang mengalami kelelahan moral. Saat dilarang membuat pilihan moral yang tepat oleh aturan atau kebijakan yang ada. Ihwal pilihan strategi, juga susunan pemain.

La wong dia cuman striker, kadang sayap kanan, juga bisa malih di posisi kiri luar. Bahkan acap menjadi motivator ulung sekawanannya. Apalagi saat di timnas Portugal. Dia bukan manajer. Kesalahan ada di tangan komandan, prajurit benar selamanya.

Itu semua tidak menghapuskan nama Ronaldo sebagai salah satu yang terbesar di planet ini, kiwari, bersama Messi.

Dia betapapun, pencetak gol terbanyak di dunia untuk timnas lo......(yang mungkin akan bertahan seabad lamanya), dan tidak ada diantara pemain Liverpool yang berdiri sejajar di sana, dengannya, paling tidak, maaf, sampai saat ini.

Tentu kita harus menghormati Mohamad Salah, Saido Mane, Firmino dan semua pemain Liverpool yang luar biasa itu. Juga Klop di sana. Tapi semua itu, tidak akan mampu, sekali lagi maaf, menenggelamkan kebesaran Ronaldo dengan segala kengawurannya, Minggu (24/10/2021) malam, itu.

Kita maklum, itu semua terjadi, karena sebagai manusia, naek turun emosi Ronaldo. Kadang bisa menata diri, seringkali awut-awutan karena berbagai alasan subyektif. Bisa jadi, amuk Ronaldo sebagai bentuk ngambeknya dengan taktik timnya, MU.

Sangat bisa jadi juga, gegara dia merasa, rumongso ilmu kepelatihan Ole, bosnya saat ini, berjarak sebenang dengan ilmunya Ronaldo, tentang manajerial sepakbola.

Meski kita tahu, tidak semua pemain besar, akan sekita menjadi pelatih bola sukses. Banyak bukti menerakan hal itu. Van Basten kurang hebat apa, saat jadi pelatih, gagal juga. Maradona setali tiga uang. Johan Cruyff pernah sukses dengan Barca, tapi njungkel juga akhirnya.

Intinya, bisa jadi mungkin taktik Ole yang bikin Ronaldo keki. Turunannya, awut-awutan cara bermain bola MU. Ngga ada bedanya sama cara bermain PSS Sleman saat ini. Yang biasanya main rapi, resik dan taktis itu, MU sebagaimana PSS Sleman, jumpalitan maen bolanya. Makanya supporternya minta pelatihnya ganti, sebagaimana fans MU minta Ole out. Gegara Tim andalannya nyungsep, senyungsep nyusepnya.

Udahlah, kita tahu, semua orang tahu, biasa itu kekalahan dalam sebuah kompetisi. Meski memalukan. Tapi kadang seseorang harus, dan perlu dipermalukan, siapapun personanya. Sebelum pada akhirnya datang kemuliaan kepadanya. Setelah ada perbaikan di sana sini. Demikian nasehat banyak guru ngaji.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB

Quo Vadis DKJ dan Musyawarah Burung.

Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:09 WIB
X