BWCF; Estetika Nusantara

- Selasa, 2 November 2021 | 06:54 WIB
The 10th Tahun Borobudur Writers And Cultural Festival (BWCF)  Art in Indonesia : Continuities and Change (BWCF)
The 10th Tahun Borobudur Writers And Cultural Festival (BWCF) Art in Indonesia : Continuities and Change (BWCF)

The 10th Tahun Borobudur Writers And Cultural Festival (BWCF)
Art in Indonesia : Continuities and Change

Oleh Seno Joko Suyono.

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,-
Pada bulan November ini, Borobudur Writers And Cultural Festival (BWCF) memasuki usianya yang ke sepuluh. BWCF adalah sebuah festival literasi dan festival seni pertunjukan yang dimulai dari tahun 2012. Perayaan 10 tahun BWCF ini karena masih dalam masa pandemi akan sepenuhnya berlangsung online.

Acara secara daring akan digelar dari tanggal 18-21 November. Pada setiap penyelenggaraannya BWCF selalu mengusung tema-tema khusus untuk dibahas lintas disipliner oleh para ahli mulai dari arkeolog, filolog, sejarawan, sastrawan sampai pengamat seni pertunjukan.

Pada tahun 2012, penyelenggaraan pertama BWCF tema yang diangkat: Memori dan Imajinasi Nusantara: Musyawarah Agung Penulis Cerita Silat.

Baca Juga: Hilmar Farid; FFWI Tetap Hadir Tahun Depan

Tahuntahun berikutnya berturut-turut: Arus Balik: Memori Rempah dan Bahari Nusantara antara Kolonial dan Post Kolonial (2013), Ratu Adil: Kuasa dan Pemberontakan di Nusantara (2014), Gunung, Bencana dan Mitologi di Nusantara (2015), Setelah 200 Tahun Serat Centhini: Erotisme dan Religiusitas dalam Kitab-Kitab Nusantara (2016), Gandawyuha: Pencarian Religiusitas Agama-Agama Nusantara (2017), Traveling & Diary: Membaca Ulang Catatan Harian Pelawat Asing ke Nusantara (2018),: Mengenang Zoetmulder: Tuhan & Alam, Membaca Panteisme, Tantrayana dalam Kakawin & Manuskrip Manuskrip Kuno Nusantara (2019), Bhumisodhana: Ekologi dan Bencana dalam Refleksi Kebudayaan Nusantara (2020).

Menyambut 10 tahun BWCF di tahun 2021 ini, panitia BWCF menyajikan tema: Membaca Ulang Claire Holt: Estetika Nusantara, Kontinuitas, dan Perubahannya.

Di tahun ini kami ingin membicarakan estetika Nusantara sejak gambar-gambar gua cadas di zaman pra sejarah, sampai seni rupa modern dan seni pertunjukan kontemporer Indonesia. Buku Claire Holt : Art in Indonesia: Continuity and Change yang terbit tahun 1967 menjadi dasar pijakan kami merumuskan tema-tema diskusi. Buku Claire Holt itu bisa disebut salah satu buku yang berusaha memahami sejarah estetika di Nusantara.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KSP: Copot 2 Menteri PKB!

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:09 WIB

Menimbang Biaya Haji di Indonesia.

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:24 WIB

Jabatan Itu Memabukkan, Pak Kades!

Rabu, 18 Januari 2023 | 23:25 WIB

Kades Maju Tak Gentar Demi 9 Tahun Jabatan

Selasa, 17 Januari 2023 | 02:30 WIB

Narcissus Masa Kini

Kamis, 12 Januari 2023 | 14:05 WIB

Abimanyu Wachjoewidajat : Terkait KDRT Venna Melinda

Selasa, 10 Januari 2023 | 16:48 WIB

Heboh, Viral Muncul Mata Air Di Dekat Makam Eril

Sabtu, 7 Januari 2023 | 15:05 WIB

Indonesia dan 100 Tahun NU.

Jumat, 6 Januari 2023 | 06:06 WIB

Katimbang Nonton Bokep

Rabu, 4 Januari 2023 | 16:16 WIB

Dibuang di UU Pers, Dipunggut ke dalam KUHP

Jumat, 30 Desember 2022 | 17:13 WIB

Menyambut Brutus-Brutus PSSI

Jumat, 30 Desember 2022 | 01:17 WIB
X