Novia Widyasari Maafkan Kami Semua

- Selasa, 7 Desember 2021 | 14:34 WIB
Almarhumah Novia Widyasari wafat di makam ayahandanya. (Istimewa)
Almarhumah Novia Widyasari wafat di makam ayahandanya. (Istimewa)

Oleh Benny Benke

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,-
Penyair dan pengarang Yunani Kuna, Homer mungkin satu dua jenak akan kehilangan nalar, dan kesadaran puitisnya. Mengetahui ada anak perempuan muda, ayu, memilih mengadu kepada bapanya yang sudah mati.

Kemudian menjalin perjamuan terakhir dengan pusara orang yang sangat dicintainya. Sebelum mengakhiri riwayatnya, dengan cara menenggak racun, demi menemu bapanya.

Setelah ibunya, yang masih hidup, memilih meniadakannya, tersebab aib yang ditanggungkannya. Karena pujaan hati memperdayanya, sebelum menidurinya, menyebabkannya hamil, lalu bersama kedua orang tuanya, malah meminta perempuan malang ini, menggugurkan kandungannya.

Ditambah laporannya kepada aparat hukum negara, justru ditertawakan, sebelum dinihilkan.

Saat manusia memilih mengadu, mengaduh dan mengeluh kepada yang sudah mati. Karena yang hidup, memilih bertindak seperti orang mati, baik hati maupun pikirannya. Jangan salahkan orang-orang di sekitar kita lebih memilih berbicara kepada nisan kuburan.

Yang jauh lebih mampu menjadi pendengar yang sabar, daripada manusia yang katanya berjiwa.

Homer memang telah berbilang kali menyaksikan dan menulis kisah tragedi kemanusiaan. Anak membunuh bapak, bapak membinasakan anak, dan kisah tragik tak terpermaknai lainnya. Ihwal asmara yang meminta penebusan nyawa, kianat dengan segala kesumatnya. Dan tragedi manusia lainnya.

Semacam magnum opus yang dihasilkannya seperti Illiad dan Odyssey. Tentang penderitaan manusia yang nyaris tak tertanggungkan beratnya. Seperti tiada akhirnya.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Melalui Puisi Sangkan Paraning Dumadi

Rabu, 19 Januari 2022 | 17:16 WIB

Remy Sylado: Hadir atau Tersingkir

Kamis, 13 Januari 2022 | 17:37 WIB

Bagai Pungguk Merindukan Nobel

Kamis, 13 Januari 2022 | 07:36 WIB

Sakramen Untuk Mas Remy Sylado

Rabu, 12 Januari 2022 | 09:24 WIB

Di Negeri Demokrasi Puisi (masih) Ditakuti (?)

Kamis, 6 Januari 2022 | 08:15 WIB

Kerapuhan, dan Ketabahan

Jumat, 31 Desember 2021 | 22:48 WIB

Tanggapan Atas Tulisan Tuan Kadri Sutan Bandaro

Selasa, 28 Desember 2021 | 10:05 WIB

Asnawi Mangkualam Bahar Adalah Kunci

Minggu, 26 Desember 2021 | 17:42 WIB

Selayaknya Ulama Jaga Jarak dari Umara

Kamis, 23 Desember 2021 | 21:41 WIB

Ironi Ayo Ke Bioskop PEN Film

Senin, 20 Desember 2021 | 16:56 WIB

Profesi Advokat

Sabtu, 18 Desember 2021 | 10:16 WIB

Kelompok Sakit Hati PENFilm

Kamis, 16 Desember 2021 | 13:22 WIB

Anomali Indonesia

Kamis, 16 Desember 2021 | 10:40 WIB

Erupsi Gunung Es PEN Film

Selasa, 14 Desember 2021 | 20:09 WIB
X