Ironi Ayo Ke Bioskop PEN Film

- Senin, 20 Desember 2021 | 16:56 WIB
Akhlis Suryapati (Istimewa)
Akhlis Suryapati (Istimewa)

Oleh Akhlis Suryapati

Jakarta.Suaramerdeka.com,- Salah satu yang digelorakan Menteri Parekraf Sandiaga Uno dalam program PEN Film adalah kampanye ‘ayo ke bioskop’ dan pemerataan tenaga kerja (perfilman).

PEN itu kepanjangan dari Pemulihan Ekonomi Nasional, melalui cara memberikan dana perangsang yang disebut stimulus. Sudah terserap, atau dibagi-bagikan, 136,5 miliar rupiah dari plafon semula yang sekitar 500 miliar rupiah.

Emak tetangga yang waktu Pilpres dulu mengidolakan Sandiaga Uno, kemarin menyisihkan 150 ribu rupiah (ditambah uang saku dan uang jajan) untuk anak dan keponakannya yang ‘ayo ke bioskop’.

Nonton film Spider Man No Way Home, Minggu (19/2) di Bioskop XXI Kelapa Gading, Jakarta. Bukan nonton film nasional di antara 22 judul yang promosinya dikucuri masing-masing 1,5 miliar rupiah dana PEN Film.

Para pengamat perfilman, wartawan, kritikus, akademisi, bloger, nitizen, youtuber, dan komentator medsos, ramai-ramai mempublikasikan mengenai kehebatan PEN Film, juga ‘keberhasilan’ kampanye ‘Ayo ke Bioskop’.

Peta Baru Kebangkitan Film Indonesia – sebagaimana siaran pers resmi Kemenparekraf. Jika ada yang berteriak bahwa PEN Film dilaksanakan tidak berkeadilan serta tidak tepat sasaran, itu hanyalah dari ‘kelompok sakit hati’ Kongres Peranserta Masyarakat Perfilman (KPMP).

Maka Anjing menggonggong, kafilah berlalu.

Spider Man No Way Home diperkirakan ‘berhasil menyedot uang masyarakat’ senilai antara 150 miliar rupiah sampai 200 miliar rupiah, untuk perolehan penonton sekitar 3 juta sampai 4 juta pembeli tiket.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB

Quo Vadis DKJ dan Musyawarah Burung.

Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:09 WIB
X