Citra Semu Dalam Film The Tinder Swindler

- Jumat, 11 Februari 2022 | 08:57 WIB
Film The Tinder Swindler (Istimewa)
Film The Tinder Swindler (Istimewa)

Oleh Benny Benke.

Jakarta.Suaramerdeka.com, - Apa yang dikatakan Jean Baudrilllard, Sosiolog politik Prancis ketika menggambarkan Realitas Semu, dalam bukunya Simulacra and Simulation (1981), yang bernarasi tentang manusia abad kontemporer hidup dalam dunia simulacra (gambar atau citra ) Semu benar adanya.

Lihatlah film The Tinder Swindler dokumenter dunia tipu menipu karya Felicity Morris yang telah tayang di Netflix sejak 2 Februari 2022. Sebuah kisah nyata yang meledak, saat salah satu korban penipuan Simon Leviev, bernama Cecilie Schrøder Fjellhøy, pada 2018 memutuskan mengadukan kisahnya kepada Verdens Gang.

Baca Juga: Remy Sylado Never Walk Alone

Surat kabar besar asal Oslo, Norwegia, yang berdiri sejak tahun 1945, biasa disingkat VG. Yang saat dihubungi Cecilie, tirasnya, sebagaimana koran lainnya di seluruh dunia, sedang terjun bebas.

VG lalu memutuskan mengambil kisah Cecilie, untuk kemudian melakukan investigasi mendalam selama enam (6) bulan. Demi menyajikan kisah penipu Tinder dengan melakukan investigasi di sejumlah kota besar di Eropa. Sebelum menemukan Simon Leviev di Munich, Jerman.

Seberapa hebat Playboy cap tikus asal Israel, orang Yahudi totok, yang bahkan di Tel Aviv, kota asalnya sendiri, juga diburu Polisi Israel, -- bahkan tidak diakui oleh ibunya sendiri-- karena kasus penipuan yang dilakukannya saat menjadi babysitter itu?

Baca Juga: Perihal Pengheningan Puisi

Sehingga bukan hanya Cecilie Schrøder Fjellhøy saja yang menjadi korbannya. Tapi juga wanita ayu lainnya, seperti Pernilla Sjoholm, dan Ayleen Charlotte menjadi mangsa prank-nya.

(Kelak, setelah VG menurunkan laporannya, penjualan VG dalam edisi cetak, menjadi sangat fantastis . Dan kisah The Tinder Swindler menjadi benar-benar viral. Lalu ada satu, dua, tiga, empat, lima, enam dan sejumlah perempuan lainnya, melaporkan diri ke VG mengaku juga pernah menjadi korban apus-apusan Simon Leviev).

Simon Leviev, playboy yang riang berganti nama. Yang jago macak menjadi orang kaya. Gemar mabur ke manca dengan jet pribadi, demi menjebak para calon korbannya, lalu nginap di hotel bintang lima bertarif selangit di sejumlah kota di Eropa.

Baca Juga: Sutardji Calzoum Bachri; Puisi Benny Benke Prosaik, Layak Direnungkan

Sembari membual ihwal bisnis permata seharga selangit, kadang jualan senjata, bahkan mengaku sebagai anggota dinas rahasia Mossad, sembari nyaru sebagai pilot. Lalu dengan riang meniduri secara percuma para korbannya, sebelum memoroti keuangannya satu persatu, dengan bumbu drama di sana sini. Sebelum akhirnya para wanita ayu dengan tingkat pendidikan baik itu tersadar, tapi terlambat, mereka telah menjadi korban tipu-tipu dunia simulakra.

Pesan moral film "The Tinder Swindler," yang diestimasi berhasil menjarah keuangan sejumlah perempuan di Eropa di angka 10 juta dolar AS selama menjalankan aksinya, sejatinya sederhana. Ojo gumunan. Jangan mudah heran apalagi silau dengan citra kemapanan dan kekayaan seseorang. Yang belum tentu benar dan nyata adanya. Semu belaka.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Membangun Empati Pada Keselamatan Lalulintas

Minggu, 26 Maret 2023 | 03:45 WIB

Sketsa Serba-Serbi Sholat Subuh (1)

Kamis, 23 Maret 2023 | 07:50 WIB

Duo Plate dalam Pusaran Korupsi BAKTI Kominfo

Rabu, 15 Maret 2023 | 00:32 WIB

Tantangan Besar Erick Thohir

Kamis, 9 Maret 2023 | 15:32 WIB

Mari Kita Ubah, Sebelum Kita Diubah Bangsa Lain!

Kamis, 9 Maret 2023 | 06:46 WIB

Pemilu 2024 Harus Tetap Digelar Tepat Waktu

Selasa, 7 Maret 2023 | 23:09 WIB

Erick Thohir dalam Bayang-bayang Mpu Gandring

Senin, 6 Maret 2023 | 23:43 WIB

Robohnya Pancasila Kami

Selasa, 28 Februari 2023 | 23:55 WIB

Pajak & Palak

Jumat, 24 Februari 2023 | 21:09 WIB
X