Membeli Rumah Baru

- Sabtu, 26 Februari 2022 | 13:32 WIB
Wina Armada Sukardi (Istimewa)
Wina Armada Sukardi (Istimewa)

Oleh Wina Armada Sukardi

Ayat Kursi (1)

________________
Pengantar
Ini kisah nyata. True story. Saya kebetulan mengetahui benar cerita ini, sehingga sebagai penulisnya agar lebih dapat melukiskannya, saya memutuskan memakai gaya “I Style” sebagai orang pertama.  Kisah ini tentang sebuah rumah yang semula sering didatangi
“mahluk gaib,” tapi kemudian mereka berhasil dihalau. Tentu ada sejumlah drama menegangkan. Untuk menghormati mereka yang ada di kisah ini, namanya sengaja saya ubah.

JAKARTA. Jakarta.Suaramerdeka.com,- Komplek perumahan Pondok Indah. Siang hari. Sebuah motor terlihat dari jauh, mendekat ke arah saya, yang berdiri di depan rumah. Itulah Motor Pak Ruslan yang akan menyemput dan mengatar saya melihat rumah yang mau dijual. Rumah yang menjadi kisah ini.

Sejak awal, sebenarnya, kalau memilih rumah tempat tinggal, saya berpatokan pada tiga hal: letakanya harus (sangat) strategis, lantas di daerah elitis,dan yang ketiga rumah itu nuansa atau auranya harus “adem.”

Kenapa? Letaknya yang strategis dan “elite” bukan perkara prestisius atau sok-sokan, melainkan semata-mata pertimbangan ekonomis saja.

Tempat tinggal yang strategis, di Jakarta, membuat kita lebih mudah kemana-mana. Lebih cepat dan lebih irit. Tegasnya, lebih efisien dan efektif. Kalau rajin dan sabar mencari (waktu itu) masih lumayan banyak tersedia.

Harganya pun tak terlampau mahal. Beberapa kawan yang waktu itu memilih rumah “di ujung” dunia, selain ongkosnya (sangat) boros, waktu tempuh dari rumah ke tempat kerja juga cukup lama.

Belum lagi kalau harus berpergian di dalam kota. Sangat tidak praktis. Walhasil, selain gaji habis buat ongkos, juga setibanya di rumah, energi sudah tinggal sisa-sisa. Beda kalau rumah kita terletak di daerah strategis, kemana-mana relatif cepat, ongkos traspotasinya juga ngirit

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB

Puan Maharani dan The Last Samurai

Jumat, 23 September 2022 | 23:55 WIB

Mosaik Putri Diana (12): Konflik dengan Kesusilaan

Jumat, 23 September 2022 | 23:44 WIB

Mosaik Putri Diana (11): Paranoia Diana Semakin Parah

Jumat, 23 September 2022 | 09:26 WIB

Mosaik Putri Diana (9): Blusukan dan Jadi Incaran Pers

Jumat, 23 September 2022 | 09:08 WIB

Mosaik Putri Diana (7): Dalam Kandang Harimau Betina

Kamis, 22 September 2022 | 22:33 WIB

Mosaik Putri Diana (6): Buka-bukaan dengan Martin Bashir

Kamis, 22 September 2022 | 14:48 WIB
X