Guru Besar Tapak Suci

- Kamis, 10 Maret 2022 | 05:54 WIB
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)

Oleh Wina Armada Sukardi

Ayat Kursi (13)

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,-
Sejak dari terjadinya berbagai peristiwa aneh dan misterius yang kami alami, keluarga menjadi sering mengadakan pengajian. Kami seminggu sekali rutin mengadakan pengajian, setidaknya dua minggu sekali.

Ruangan tempat pengajian di rumah juga sengaja kami pilih berbeda-beda. Berpindah-pindah ruangan.

Pengajian memberikan pengaruh aura positif terhadap lingkungan rumah. Hati menjadi tenteram dan rumah terasa sejuk. 

Di samping upaya-upaya itu, kami pun masih menghormati kemampuan para ulama yang bersih dan jujur.

Maka tatkala ada kawan baik yang menawarkan seorang “guru besar” perkumpulan Tapak Suci untuk berdoa di rumah kami, sekaligus membantu “membersihkan” rumah kami dari segala “makhluk halus” melalui doa-doa kepada Allah, tanpa banyak pikir lagi, kami langsung setuju.
Dia datang tengah malam.

Tak sendirian. Ada banyak kiai murid-muridnya yang ikut juga. Untuk aktivitas ini, saya sama tidak mengeluarkan uang sepersen pun, karena semua urusan sudah ditangani teman saya yang menghadirkan “sang guru besar.”

Kabarnya , Guru Besar ini tidak berkenan menerima pembayaran sebagai balas jasanya. Dia bersama seluruh anak buahnya melakukan kebaikan dengan tulus ikhlas.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X