Perang dan Damai

- Selasa, 15 Maret 2022 | 07:54 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin, didampingi oleh Patriark Rusia Kirill dan Perdana Menteri Dmitry Medvedev (di latar belakang), di sebuah biara di luar Moskow pada 2017. (Alexey Nikolsky AFP via Getty Images)
Presiden Rusia Vladimir Putin, didampingi oleh Patriark Rusia Kirill dan Perdana Menteri Dmitry Medvedev (di latar belakang), di sebuah biara di luar Moskow pada 2017. (Alexey Nikolsky AFP via Getty Images)

Oleh Benny Benke

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com, - Perang dan damai, sebagaimana siang dan malam adalah keniscayaan. Melulu berada dalam satu kondisi ajeg juga sangat menjemukan. Kebosanan bisa dengan mudah membunuh seseorang.

Tapi ajeg perang, sebagaimana terus dilakukan Iskandar Yang Agung dan Jenghis Khan pada sebuah masa, juga sangat melelahkan, selain sangat membahayakan kemanusiaan.

Ajeg dalam kondisi damai, namun diam-diam laten saling mencurigai dan memusuhi, juga galib terjadi dalam peri kehidupan geopolitik kiwari.

Karena itulah novel "War and Peace" (Perang dan Damai, diterbitkan pada 1867) ditulis selama tujuh tahun oleh sastrawan wahid Rusia, Leo Tolstoy, lahir.

Novel superrealis berlatar kejadian semasa Perang Napoleon (1820), dan menarasikan dengan nanar bagaimana perang hanya menghasilkan kesengsaraan, kepedihan dan penderitaan tak berujung bagi para pelaku pertama dan utamanya.

Yaitu para serdadu yang hanya dapat meratapi nasibnya berada di tengah kecamuk perang. Sementara para pengambil keputusan, atau para bangsawan dalam novel "War and Peace", hanya peduli pada dirinya sendiri.

Definisi perang adalah tempat di mana orang-orang muda yang tidak saling mengenal dan tidak saling membenci saling membunuh, karena keputusan orang-orang tua yang saling mengenal dan saling membenci, tetapi tidak saling membunuh diantara mereka.

Demikian dikatakan Erich Alfred Hartmann (19 April 1922 – 20 September 1993) pilot pesawat tempur Jerman selama Perang Dunia II dan didaku sebagai jagoan tempur paling sukses dalam sejarah perang udara.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB

Quo Vadis DKJ dan Musyawarah Burung.

Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:09 WIB
X