Pelayan

- Rabu, 23 Maret 2022 | 16:45 WIB
Akmal Nasery Basral (Arsip Pribadi)
Akmal Nasery Basral (Arsip Pribadi)

Oleh Akmal Nasery Basral
@akmalbasral

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- NEGARA adalah sebuah buku terbuka berisi narasi nonfiksi dan fiksi yang berpilin. Ambil contoh Ukraina yang sebulan terakhir dikoyak ambisi Vladimir Putin.

Sisi nonfiksi kontemporer drama militer yang sedang terjadi seakan menggenapi nubuat imajinasi fiksi domestik negeri Eropa Tengah itu sejak 2015--nyaris sewindu lalu--melalui serial televisi Sluha Narodu. Dikemas dengan gaya satire politik yang segar, serial yang dalam bahasa Inggris berjudul Servant of the People ini memikat rakyat Ukraina sehingga diproduksi sampai berjalan tiga musim, bahkan dibuatkan versi layar lebar.

Sluha Narodu berpusat pada kehidupan seorang guru sejarah SMA bernama Vasily Petrovych Holoborodko, 37 tahun. Dia fasih mengutip aneka kalimat bijak beragam tokoh dunia dari pelbagai peradaban. Namun kehidupan pribadinya berantakan. Bercerai dengan istri yang membawa pergi anak semata wayang mereka, Vasil harus tinggal bersama orang tuanya yang juga menampung seorang cucu remaja mereka, anak kakak Vasil.

Di apartemen sempit ketinggalan zaman itu (“TV seperti milik kita ini hanya tinggal dua di dunia. Satu di rumah ini, satu lagi di museum negara,” gerutu sang ayah), eksistensi Vasil sama sekali tak dihormati. Keponakan perempuannya yang centil selalu menyerobot kamar mandi dan berlama-lama, sementara Vasil pun harus menyetrika baju sendiri sembari pontang-panting menyiapkan kopi dan sarapan karena sang ibu emoh membantu.

Usai kehebohan rutin pagi hari, Vasil menggenjot sepeda putihnya ke sekolah. Para murid menyambut ramah, namun stresnya bertambah. Sebab begitu ada agenda dadakan yang melibatkan murid, maka sekolah akan mengorbankan jadwal pelajaran sejarah yang diberikannya, bukan mata pelajaran lain. Pelajaran sejarah dianggap tak sepenting matematika yang tak bisa diganggu-gugat.

Vasil tak terima dan berdebat sengit dengan seorang kolega guru. Dari perasaan dianaktirikan oleh manajemen sekolah, sang guru sejarah nyap-nyap dan memberondongkan sumpah serapah kelakuan pejabat negara yang korup dan serakah, tapi selalu berlagak mendaku sebagai “pelayan masyarakat” dengan pongah.

Kemarahan Vasil yang sudah sampai ubun-ubun, diam-diam direkam seorang muridnya dan diunggah ke YouTube, meledak menjadi tontonan viral di tengah persiapan pilpres Ukraina. Tak ada rumah tangga yang tak menonton. Mereka setuju dengan kemarahan sang guru sejarah yang mengutuk kelakuan oligarki dalam mengendalikan banyak pion, dari capres hingga anggota dewan pembuat undang-undang yang bekerja bak spion. Vasil menyembur murka, “Kalau saja saya, seorang guru sejarah, bisa jadi presiden negeri ini, saya akan benar-benar menjadi pelayan masyarakat. Benar-benar melayani.”

Jumlah penonton video yang menembus angka jutaan membuat para murid Vasil punya ide lain. Mereka diam-diam menggalang crowdfunding untuk dana kampanye sang guru. Vasil tak pernah menanggapi serius ide itu, sampai jumlah dana minimal yang dibutuhkan berhasil dikumpulkan. Vasil tak punya pilihan lain selain ikut bertarung sebagai calon independen. Tanpa parpol, tanpa bohir.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X