Charity Untuk Teddy Sujaya; Mengapa God Bless Tidak Berbuat?

- Rabu, 30 Maret 2022 | 19:06 WIB
Erwiantoro dan Teddy Sudjaya (Arsip Pribadi)
Erwiantoro dan Teddy Sudjaya (Arsip Pribadi)

Oleh Erwiantoro Cocomeocacamarica

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Setiap musisi yang sudah dianggap legenda, selalu punya ciri khas dan punya karakter spesialis. Kadang, egois, kadang belagu, dan kadang toleransi, dan kadang musisi seniman tulen.

Entah dimana posisi Teddy Sujaya, drummer God Bless, yang sudah dihuni sejak berdirinya grup cadas di negeri ini, tahun 1975, sampai saat ini?

Nyatanya, diusia 68 tahun, Teddy Sujaya yang pernah menelorkan karya lagu legenda, “Tua-tua Kelada”, yang dilantunkan Anggus C Sasmi itu, seolah-olah sendirian, kesepian dan rindu bermusik. Padahal, saat ini dalam kondisi melakoni penyakit yang berkepanjangan, yaitu stroke.

Beruntung, ada kumpulan musisi classic rock, yang biasa mangkal di "Kandang Ayam", punya tenggang rasa, untuk mencetak “tagline”. Yaitu, “bergerak – berempati – peduli sesama”. Dengan menggelar, Charity Night For Teddy Sujaya, Selasa, 29 Maret 2022, di Café Buaya, Menara Global, Jakarta Selatan.

Dari banyak musisi yang dikenal mBah Coco, sedikit sekali yang punya dedikasinya di dunia industri musik. Salah satunya, adalah Teddy Sujaya, yang sudah bermain drum sejak usia 10 tahun. Bahkan, di jamannya, bukan sekadar penabuh drum, tapi juga penulis dan arranger music dan produser, yang ciamik.

Ada cerita yang unik, dalam perjalanan Teddy Sujaya. Sejak kecil, sudah punya grup band, dari Venus (1966), Etika Nada (1968), Flotilla (1970, band Angkatan Laut). Bahkan, pernah masuk dalam grup Bharata Band, bareng Jelly Tobing dan Abadi Soesman (1986). Namun, saat masuk Bentoel Band Malang (1973), ditawari gabung Ian Antono.

Antiknya, saat God Bless berdiri dan masuk dapur rekaman, dalam album “Huma Di Atas Bukit”, tahun 1975. Ada kebalikan saling mengajak. Yaitu, Teddy Sujaya mengajak Ian Antono, gabung ke God Bless. Itulah, budaya dunia musik Indonesia sejak tahun 60-an, selalu saling mengajak, dan saling membangun grup band.

Charity Night For Teddy Sujaya, Selasa, 29 Maret 2022, di Café Buaya, Menara Global, Jakarta Selatan (Istimewa)

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kuda Hitam Pilpres 2024.

Jumat, 9 Desember 2022 | 02:22 WIB

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X